alexametrics

Pahlawan Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior Siap Bertarung

Ajang Indonesia International Challenge 2019
21 Oktober 2019, 20:03:56 WIB

JawaPos.com-Magelang akan menjadi tuan rumah Indonesia International Challenge 2019. Ajang ini berlangsung pada 22 sampai 27 Oktober 2019 di GOR Djarum, Magelang.

Indonesia International Challenge 2019 masuk dalam kalender BWF Tour. Ini adalah turnamen internasional keempat bagi Indonesia setelah Daihatsu Indonesia Masters 2019 (Januari), Blibli Indonesia Open 2019 (Juli) dan Yuzu Indonesia Masters 2019 (Oktober).

Indonesia sendiri sudah menjadi tuan rumah turnamen international challenge ini sejak tahun 2009 di Jakarta.
Sebanyak 306 atlet dari 13 negara akan turun bertanding pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar USD 25.000.

Sejumlah negara kuat bulu tangkis akan ikut ambil bagian. Antara lain Jepang, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, dan India.

Ketua Panitia Pelaksana Achmad Budiharto menuturkan bahwa turnamen ini merupakan turnamen International BWF pertama yang diadakan di Magelang. Tentunya, ini menjadi satu hal yang positif bagi kota tersebut dan Jawa Tengah.

“Sejauh ini persiapan kami sudah sangat baik, apalagi di pekan sebelumnya kami juga sudah menggelar turnamen Superliga Junior 2019,’’ kata Budiharto dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

”Saya berharap para atlet bisa tampil maksimal dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Di samping itu, mereka juga mempunyai kesempatan untuk menambah poin ranking BWF,’’ imbuh pria yang juga Sekretaris Jenderal PP PBSI tersebut.

Ketua Umum PP PBSI Wiranto menyambut baik diselenggarakannya Indonesia International Challenge 2019. Ajang ini penting. Terutama untuk mengasah mental para pemain muda Indonesia di turnamen perorangan dengan taraf International.

“Ajang ini adalah kesempatan pemain-pemain pelapis untuk bersaing dan membuktikan kualitas mereka. Menjadi kesempatan juga bagi pemain-pemain alumni Kejuaraan Dunia Junior kemarin untuk menjajal persaingan di level senior,’’ kata Wiranto.

Sebagian besar pemain-pemain muda pelatnas dijadwalkan ambil bagian dalam ajang ini. Itu termasuk tunggal putra, Chico Aura Dwi Wardoyo dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay serta tunggal putri Choirunnisa.

Di sektor ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjadi unggulan kedua. Sementara itu ganda putra Sabar Karyaman Gutaman/Frengky Wijaya Putra dan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah menjadi unggulan pertama.

Pemain ganda putri Indonesia, Putri Syaikah mengatakan bahwa menjadi unggulan pertama adalah tantangan.
‘’Kami ingin memberikan yang terbaik. Kami sudah menjalani tiga turnamen beruntun, dua minggu di Kejuaraan Dunia Junior dan satu minggu di Superliga Junior. Ini adalah turnamen keempat jadi harus pintar-pintar jaga kondisi,’’ kata Putri.

Bersama Febriana Dwipuji Kusuma, Putri Syaikah menjadi penentu kemenangan Indonesia pada final Kejuaraan Dunia Junior 2019 nomor beregu campuran. Putri/Febriana mengalahkan ganda putri Tiongkok Li Yijing / Tan Ning dalam tiga game 16-21, 25-23, dan 21-13 di Kazan, Rusia.

Kemenangan itu memastikan Indonesia untuk kali pertama membawa pulang Piala Suhandinata, sebagai tanda juara dunia nomor beregu campuran junior.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads