Taktik Pecco Menghadapi GP Jepang: Main Aman dan Hindari Kesalahan

21 September 2022, 10:09:34 WIB

JawaPos.com – Jagoan Ducati Francesco Bagnaia hanya harus mengejar defisit 10 poin dengan pemuncak klasemen sekaligus juara bertahan Fabio Quartararo.

Dengan lima balapan tersisa, Bagnaia sangat mungkin mengudeta singgasana Quartararo di GP Jepang Minggu (25/9) mendatang.

Tren performa juga berpihak kepada Pecco –sapaan Bagnaia.

Dari lima balapan terakhir, dia mengakhirinya dengan empat kali juara. Dan hanya sekali gagal juara, yakni di GP Spanyol Minggu (18/9) lalu dengan menjadi runner-up.

Bandingkan dengan Quartararo yang hanya sanggup sekali podium dalam rentang waktu tersebut. Bahkan, dia dua kali retired.

”Aku hanya memikirkan laju motorku (meski punya kans besar kudeta, Red). Apalagi, aku tahu di Jepang tidak akan mudah,” papar Bagnaia kepada Crash.

Pernyataan pembalap asal Italia itu merujuk rekornya yang belum pernah menang di GP Jepang sejak promosi ke MotoGP per 2019.

Pecco pernah juara di GP Jepang di Sirkuit Motegi ketika menjalani tahun pemungkas di Moto2 pada 2018. Ketika itu Pecco memperkuat Kalex.

Hasil Pecco tersebut lebih baik daripada Quartararo. Pembalap asal Prancis itu tidak pernah menjadi yang terdepan ketika membalap di Jepang.

Podium terbaik pembalap Monster Yamaha itu adalah posisi runner-up pada 2019 ketika menjalani musim debutnya di MotoGP.

Meski begitu, bukan berarti Pecco bakal allout di Motegi. Justru sebaliknya, Pecco akan main aman dan cenderung hati-hati.

Itu sudah terlihat di Sirkuit Aragon Minggu (18/9) lalu. Pecco sebenarnya bisa juara.

Tetapi, Pecco ”mengalah” kepada pembalap Gresini Enea Bastianini yang akhirnya bablas juara.

Menurut Bagnaia, ketika Quartararo terjatuh, sudah cukup baginya main aman dan mencapai podium.

”Dia (Bastianini, Red) lebih termotivasi ketika memasuki beberapa lap terakhir. Aku hanya tidak ingin membuat kesalahan,” lanjut Bagnaia.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : io/c19/dra

Saksikan video menarik berikut ini: