Indonesia International Series 2022

Kejutan, No 520 Dunia dari Indonesia Bekap Unggulan Delapan

21 September 2022, 22:41:46 WIB

JawaPos.com-Kejutan terjadi pada babak 32 besar Indonesia International Series 2022. Pemain nomor 520 dunia Alvi Wijaya Chairullah sukses menjungkalkan unggulan kedelapan yang merupakan seniornya di pelatnas PP PBSI, Syabda Perkasa Belawa.

Berlaga di GOR Among Rogo, Jogjakarta, Rabu (21/9) siang, Alvi mengalahkan Syabda dalam rubber game dengan skor 21-17, 12-21, 21-14. Pertandingan intens tersebut berlangsung dalam tempo 1 jam dan 3 menit. Dia pun tidak bisa menutupi rasa senangnya.

“Saya tadi bermain lepas saja, nothing to lose. Dia juga senior saya di pelatnas, jadi coba main maksimal saja. Menang atau kalah urusan belakangan,” kata Alvi yang saat ini masih tergabung bersama tim pelatnas pratama.

“Rasanya pasti senang dan tidak menyangka bisa menang. Ini menjadi tambahan modal untuk pertandingan selanjutnya. Saya harus lebih kerja keras lagi,” lanjut Alvi dikutip dari siaran pers PP PBSI.

Alvi mengatakan bahwa kunci kemenangannya adalah mampu membatasi serangan-serangan lawannya.

“Kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing, tapi tadi saya mencoba memegang permainan depan dan membatasi serangan-serangan Bang Syabda. Serangan dia sangat berbahaya, kencang, dan akurasinya bagus.” ungkap Alvi.

“Selain itu, saya harus mengontrol pukulan karena lapangannya agak berangin jadi kalau tidak pas bisa out,” kata Alvi yang menargetkan bisa menembus pelatnas utama di tahun depan.

Sebelum kemenangan Alvi, unggulan pertama Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay sudah terlebih dahulu memastikan tiket babak 16 besar. Ikhsan mengalahkan rekan sesama pelatnas, Yonathan Ramlie.

Usai unggul jauh 21-9 di game pertama, Ikhsan tertikung 20-22 di game kedua usai sempat memimpin angka. Di game ketiga, Ikhsan kembali pada fokusnya dan menutup laga dengan kemenangan 21-15.

“Di game pertama saya sudah bisa langsung in dengan permainan. Di game kedua setelah memimpin saya malah kehilangan fokus dan tidak konsisten,” kata Ikhsan usai pertandingan.

“Setelah kalah itu, saya coba untuk bangkit di game ketiga. Balikin fokusnya, speed-nya juga. Dan pukulannya harus bagus karena ada faktor angin. Kunci kemenangan saya mungkin tadi tampil lebih tenang di poin-poin akhir dan lebih mengontrol permainannya,” ucap Ikhsan.

Ikhsan mengaku bahwa kekuatan lima pemain di pelatnas utama yang memback-up Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, dan Chico Aura Dwi Wardoyo mempunyai kekuatan yang berimbang.

“Di pelatnas utama sekarang, saya, Christian (Adinata), Bobby (Setiabudi), Syabda (Perkasa Belawa), dan Yonathan (Ramlie) ramai lah di latihan. Kekuatan kami berimbang,” tutur Ikhsan.

“Jadi tadi memang tidak mudah untuk menang,” ucapnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : PP PBSI

Saksikan video menarik berikut ini: