JawaPos Radar

Ratusan Pebalap Sepeda Internasional Adu Cepat di Pulau Samosir

21/08/2018, 00:27 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
GFNY Asia Championship, GNFY Indonesia, Pulau Samosir, Balap Sepeda
Para pegowes dari luar negeri dan dalam negeri menjajal rute yang akan digunakan untuk GFNY Asia Championship di Samosir pada September mendatang (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setelah sukses menggelar Gran Fondo New York (GFNY) di Bali pada Februari lalu, para pegowes internasional akan beradu cepat di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Gelaran GFNY Asia Championship akan dihelat pada 2 September mendatang.

Organizer GFNY Indonesia, Tene Permatasari mengungkapkan, Samosir dipilih menjadi tempat berlomba karena kondisi bentang alamnya. Para pebalap road bike akan dimanjakan dengan pemandangan yang memesona di negeri kepingan surga itu.

"Kelebihan Samosir ini iklimnya juga bagus, dingin. Jalanannya juga sudah bagus. Sangat pas digunakan untuk GFNY," kata Tene saat konferensi pers di Medan, Senin (20/8) sore.

GFNY Asia Championship, GNFY Indonesia, Pulau Samosir, Balap Sepeda
Para pegowes dari luar negeri dan dalam negeri menjajal rute yang akan digunakan untuk GFNY Asia Championship di Samosir pada September mendatang (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Saat ini, sudah ada sekitar 800 peserta yang mendaftar. Mereka menargetkan 1.000 peserta yang ikut dalam event internasional tersebut. "Kami masih menunggu peserta lainnya mendaftar," katanya.

Jauh sebelumnya, sebanyak 41 pegowes dari berbagai negara melakukan uji rute yang akan digunakan pada gelaran Gran Fondo New York (GFNY) Asia Champhionship 2018. Para pegowes mulai mengayuh sepeda jenis road bike dari kawasan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (29/4). Meski hanya berjumlah sedikit, pegowes yang datang dari luar negeri dan berbagai daerah di Indonesia itu tampak bersemangat.

Sepanjang perjalanan mereka disuguhkan pemandangan Danau Toba. Rute yang dilintasi punya tingkat kesulitan yang cukup lumayan. Di awal-awal, para pegowes dihadapkan dengan jalanan datar dan menikung. Namun, saat tiba di kawasan Aek Rangat, Pangururan, jalanan menanjak. Kemiringan tanjakannya pun beragam. Mulai dari yang biasa hingga yang membuat napas ngos-ngosan di lintasan tersebut.

Pemkab Samosir juga tampak serius mempersiapkan infrastruktur pendukung GFNY. Rute yang akan dilintasi sudah diperbaiki sejak lama. Saat ini pengerjaan jalan yang akan dilintasi sudah rampung 90 persen.

"Tinggal sedikit lagi. Tapi, sejauh ini sudah mulus semua. Kita pastinya mendukung. Karena ini berkaitan dengan kemajuan pariwisata Danau Toba juga," kata Bupati Samosir, Rapidin Simbolon.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan pengamanan. Ada ratusan personel TNI, Polri dan unsur Pemerintahan Kabupaten yang akan menjaga kondusivitas selama GFNY berlangsung.

"Karena ini event internasional, makanya kita harus punya persiapan berstandar internasional juga. Mulai dari penjagaan higga hotel yang akan ditempati para atlet," ujarnya.

GFNY juga mendapat dukungan dari Badan Otoritas Pelaksana Danau Toba (BPODT). Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo begitu mengapresiasi GFNY yang memilih Samosir menjadi salah satu tuan rumah di Indonesia.

"Samosir sangat berpotensi untuk mencuri perhatian pecinta road bike karena destinasinya yang cantik, dikelilingi oleh Danau Toba, perbukitan hijau dan sawah membentang. Sisi hobi olahraga dan travelingnya terpenuhi," sebutnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up