alexametrics

The Minions vs The Daddies Berebut Uang Rp 1,28 Miliar

21 Juli 2019, 10:10:55 WIB

JawaPos.com- Indonesia dipastikan menyegel satu gelar juara dari sektor ganda putra di Indonesia Open 2019.

Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses mewujudkan harapan terjadinya all Indonesian final. Pertemuan antara pasangan senior-junior itu sontak mengulang partai final Indonesia Masters yang digelar Januari lalu. Laga ini sekaligus menjadi momen ketiga pertemuan mereka pada Indonesia Open.

Pertarungan antara sesama wakil Merah Putih di babak final turnamen super 1000 ini tergolong langka. Pertama kalinya all Indonesian final ganda putra terjadi 14 tahun silam ketika Markis Kido/Hendra Setiawan melawan Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

Kala itu Markis/Hendra keluar sebagai kampiun. Ini sekaligus akan menjadi final ketiga bagi Hendra di Indonesia Open setelah pada 2013 saat menjadi juara bersama Ahsan.

“Yang pasti puji syukur bisa all Indonesian final. Saya gembira sebagai pelatih. Tahun ini road to olympic. Jadi atmosfer dan fokusnya berbeda. Sedangkan 2005 dulu bukan ke Olimpiade,” tutur Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra.

Selain menarik untuk dilihat, perseteruan antara Minions (julukan Marcus/Kevin) dan The Daddies (julukan Ahsan/Hendra) bakal sengit. Sebagai juara bertahan, Marcus/Kevin tidak akan melepas begitu saja predikat tersebut.

Performa mereka sudah kembali edan dalam membantai lawan. Buktinya, Marcus/Kevin cuma butuh 29 menit untuk menghajar ganda nomor dunia dunia asal Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor sangat telak 21-9, 21-13.

Sedangkan Ahsan/Hendra punya modal sebagai pemilik gelar di turnamen dengan level yang sama, yaitu All England 2019. Dari segi pengalaman, tidak perlu lagi diragukan. Keduanya sudah malang-melintang di berbagai turnamen kelas dunia. Walaupun harus diakui, Hendra/Ahsan sangat kesulitan jika berhadapan dengan Minions.

Sudah delapan kali ganda putra peringkat keempat dunia itu bertatap muka dengan Marcus/Kevin. Tapi hanya berhasil mengambil dua kemenangan saja. Faktor usia tidak bisa berbohong. Ahsan/Hendra selalu kewalahan mengatasi serangan-serangan dan permainan cepat Minions.

”Setiap pemain punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kami sudah sering latihan bareng, sudah sama-sama tahu banget. Yang penting kami coba tampilkan yang terbaik saja,” jelas Kevin.

Marcus/Kevin tetu menjadi favorit juara. Setelah mengalami kekalahan yang menyakitkan dengan kandas di babak pertama All England, mereka jelas menginginkan hasil yang maksimal kali ini.

Namun, Ahsan/Hendra juga tidak bisa dipandang sebelah mata walaupun perjalanan mereka untuk sampai di final tidak benar-benar mulus.

Babak perempat final dan semifinal harus dituntaskan lewat rubber set. Berbeda dengan Minions yang cenderung mulus tanpa hambatan kecuali pada putaran 32 besar ketika bermain tiga set melawan pasangan Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

”Sebenarnya kami nggak kepikiran bisa masuk final, karena target semifinal saja. Tapi tetap bersyukur. Untuk final yang pasti kami akan tampil maksimal,” ujar Hendra.

Juara ganda putra Indonesia Open 2019 akan mendapat hadiah USD 92.500 atau setara dengan Rp 1,28 miliar. Sedangkan runner-up berhak atas hadiah USD 43.750 atau sekitar Rp 609 juta.

Total hadiah yang diperebutkan pada Indonesia Open 2019 mencapai USD 1.250.000 atau Rp 17,4 miliar. Jumlah itu adalah yang tertinggi dalam turnamen bulu tangkis apapun di dunia.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/tom



Close Ads