Eko Yuli Bertekad Terus Berjuang jika Masih Dibutuhkan

21 Mei 2022, 14:59:56 WIB

Eko Yuli Irawan membuktikan diri sebagai lifter terbaik di Asia Tenggara. Selama tujuh kali partisipasinya di SEA Games, tujuh kali pula Eko meraih medali.

RIZKY AHMAD FAUZIJawa Pos——————————————————————————————–

SENYUM Eko Yuli Irawan merekah lebar setelah memastikan diri meraih emas di SEA Games Vietnam 2021.

Pada ajang yang berlangsung di Hanoi Sports Training and Competition Center, Jumat (20/5), lifter yang tampil di nomor -61 kilogram itu berhasil meraih total angkatan 290 kilogram (135 kilogram dan clean and jerk 155 kilogram).

Eko mengungguli wakil Malaysia Muhamad Aznil Bidin yang mencatatkan 287 kilogram dan tempat ketiga menjadi milik tuan rumah Nguyen Ngoc Trung (286 kilogram).

Tambahan satu emas yang didapatnya dari SEA Games Vietnam 2021 itu mengantar Eko telah mengoleksi enam emas dan satu perak sejak kali pertama mengikuti ajang multievent bergengsi se-Asia Tenggara itu pada 2007 Nakhon Ratchasima.

Pada SEA Games 2015, Eko tidak bisa mengoleksi medali lantaran atlet angkat besi tak diberangkatkan. Sementara itu, satu-satunya kesempatan yang gagal dimanfaatkan untuk meraih emas terjadi di SEA Games 2017.

Ketika itu, lifter Jawa Timur tersebut mencatatkan total angkatan 306 kilogram di bawah atlet Vietnam Trinh Vanh Vinh (307). Perak dibawanya pulang.

Meski sudah berkali-kali berdiri di podium tertinggi, emas kali ini terasa spesial bagi Eko. Sebab, usianya sudah menapaki kepala tiga. Per 24 Juli nanti, dia berumur 33 tahun.

Namun, faktor umur tersebut justru ingin dijadikan motivasi untuk membuktikan bahwa kariernya belum habis. Bahkan, dia bisa terus memberikan prestasi dengan mengibarkan Merah Putih.

Peraih satu emas dan dua perunggu Asian Games itu mengaku terkadang merasa minder karena menjadi atlet paling tua di sebuah ajang. Hanya, dia tersadar kalau usia bukanlah persoalan.

Ya, angkat besi merupakan cabor terukuri. ’’Bagi saya, angkat besi itu mau tua atau muda yang terpenting adalah siapa yang kuat dia yang menang,’’ kata Eko Yuli.

Karena itu, selagi masih mampu tampil maksimal, dia bakal terus berjuang menaiki podium tertinggi untuk membawa nama Indonesia.

Eko juga memberikan pesan kepada para lifter muda untuk bisa terlecut. ’’Kalau yang muda ingin tampil di sini, harus kalahkan saya dulu.

Kalau saya bisa kalah, berarti kan tahu kualitas mereka seperti apa. Kami mendidiknya seperti itu,’’ bebernya.

Atlet kelahiran Kota Metro Lampung itu mengaku, pada SEA Games kali ini, persiapannya kurang maksimal. Eko menjalani latihan mandiri per April 2021.

Bahkan, sampai awal tahun 2022, namanya belum ada dalam daftar pelatnas yang dipersiapkan untuk SEA Games.

Di pelatnas pun, Eko berstatus anggota kontingen tim SEA Games.  Dan untuk bisa berangkat ke SEA Games, dia harus mengikuti seleksi nasional lebih dulu.

’’Namun, saya di sini untuk mencari medali emas. Kalau memang memungkinkan, baru melampaui rekor,’’ kata Eko kemarin. Rekor Eko Yuli tercipta pada saat SEA Games Filipina 2019.

Yakni, mencatat total angkatan 309 kilogram. Dengan perincian, snatch 140 kilogram dan clean and jerk 169 kilogram.

Prestasi Eko Yuli di cabor angkat besi memang bukan kaleng-kaleng. Konsistensinya sebagai atlet terus terjaga.

Selain SEA Games, Eko selalu tampil apik di ajang Olimpiade dengan merebut perungu pada edisi Beijing 2008 dan London 2012. Plus dua perak di Rio de Janeiro 2016 dan Tokyo 2020. (*)

Editor : Candra Kurnia

Reporter : raf/cak

Saksikan video menarik berikut ini: