alexametrics

Emma Raducanu Belum Beradaptasi Penuh dengan Duel Level Grand Slam

21 Januari 2022, 16:23:33 WIB

JawaPos.com– Petenis Inggris Emma Raducanu siap mengambil sisi positif dari kekalahan menyakitkan yang dialaminya di Australia Terbuka, Kamis malam.

Dia menyebut masalah pegangan raket berkontribusi terhadap kekalahan tiga set dari Danka Kovinic.

Petenis berusia 19 tahun, yang menorehkan rekor pada September dengan menjuarai Amerika Serikat Terbuka sebagai pemain kualifikasi, itu kalah 4-6, 6-4, 3-6 dalam pertarungan menegangkan.

Raducanu harus membutuhkan plester tangan setelah pada gim kelima set pertama dan tidak mampu memaksimalkan pukulan forehand-nya dengan kekuatan penuh setelahnya.

Kovinic yang awalnya tertinggal jauh akhirnya berhasil mengalahkan unggulan ke-17 itu untuk maju ke babak ketiga di mana dia akan menghadapi mantan petenis nomor satu dunia Simona Halep.

Raducanu baru-baru ini terkena COVID-19 dan hanya memainkan satu pertandingan menjelang debutnya di Australia Terbuka. Dan tentu saja itu bukan persiapan yang ideal.

Dia mencatat kemenangan mengesankan atas mantan juara US Open Sloane Stephens pada Selasa, namun akhirnya tidak bisa menahan peringkat ke-98 Kovinic.

Meski begitu, cara Raducanu menghadapi kemalangan Kamis malam cukup mengesankan.

“Saya telah berjuang dengan lecet sejak saya mulai bermain di Australia. Karena sebelumnya selama 21 hari, aku tidak bermain tenis, tangan saya menjadi sangat lembut,” kata Raducanu, dikutip dari Reuters, Jumat.

“Saya telah mencoba untuk memplesternya setiap latihan dan seriring waktu itu akan mengeras dan mengering, tetapi kemudian saya akan bermain lagi, sepertinya lapisan lainnya terus sobek.”

Raducanu mengatakan timnya telah menasihatinya untuk tidak bermain, tetapi dia senang telah mencobanya.

“Mungkin ada lebih banyak pukulan (forehand) dalam pertandingan itu daripada dua atau tiga pertandingan sebelumnya belakangan.”

”Itu akan menjadi hal yang saya pelajari. Pukulan forehand yang bagus itu tidak terlalu buruk dan saya memiliki semacam keterampilan tangan,” kata Raducanu.

“Saya bangga dengan bagaimana saya terus berjuang bahkan dalam situasi seperti itu. Saya terus bertahan di sana.”

“Saya masih berpikir saya bisa mengambil beberapa hal positif dari itu. Yang saya tau bahwa saya bertarung di situ, bahkan jika saya mendapat satu pukulan, saya tahu bahwa saya dapat mengatasi situasi semacam itu.”

Fisik memang menjadi kendala bagi setiap petenis yang memulai musim baru dengan bertanding di grand slam.

Perbedaan suhu di Australia dan Eropa mengharuskan para petenis beradaptasi dengan cukup sebelum benar-benar bertarung di ajang mayor seperti di Melbourne Park, mengahadapi lawan-lawan top dari penjuru dunia.

 

 

 

Editor : Candra Kurnia

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads