alexametrics
Thailand Masters 2020

Tenaga Apriyani Memang Badak, Tetapi Kondisi Greysia Harus Dijaga

21 Januari 2020, 11:30:05 WIB

JawaPos.com – Thailand Masters rasa turnamen elite batal terjadi. Banyak pemain bintang yang memutuskan mundur dari turnamen pada detik-detik terakhir. Termasuk ganda putri yang baru saja menjuarai Indonesia Masters 2020 Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Pelatih kepala ganda putri pelatnas Eng Hian menyatakan, sejak awal dirinya menjadikan Thailand Masters hanya sebagai cadangan. Jaga-jaga kalau performa Greysia/Apriyani di turnamen sebelumnya anjlok.

Pada kenyataannya, mereka tampil menjanjikan sepanjang awal tahun. Di Malaysia Masters, ganda putri nomor delapan dunia itu baru terhenti di semifinal. Lalu, di Indonesia Masters, mereka melesat menjadi juara. Demi menjaga ritme dan kondisi, Eng Hian memutuskan Thailand Masters tak perlu diikuti.

’’Saya nggak mau berangkatin,’’ kata Didi, sapaan Eng Hian, kemarin. ’’Saya lebih cenderung untuk evaluasi dari performa. Dua turnamen performa bagus dan mencapai target semua. Lebih baik simpan tenaga untuk turnamen berikutnya,’’ papar dia.

Faktor utama di balik keputusan itu adalah kondisi Greysia. Usianya sudah 32 tahun. Tenaganya sudah berkurang. Juga lebih mudah cedera. Didi tak mau mengulang kejadian akhir tahun lalu. Menjalani jadwal turnamen yang padat, Greysia mengalami cedera bahu. Hasilnya, performa Greysia dan Apri terjun bebas.

’’Saya evaluasi kondisi Greys. Mampu tidaknya. Walaupun kondisi turnamen menguntungkan, mending nggak usah berangkat. Kalau (tenaga) Apri mah badak, hajar saja. Tapi, lihat kondisi Greys dulu,’’ jelas Didi.

Sejumlah nama elite juga mundur berjamaah dari turnamen Super 300 itu. Misalnya, unggulan kedua Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Juga finalis Indonesia Masters Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.

Dari ganda campuran, bintang tuan rumah sekaligus pasangan nomor empat dunia, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai juga mundur.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c19/na



Close Ads