alexametrics
Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019

Mulai Hari Ini, 134 Pemain Belia Bertarung Di Fase Puncak

20 November 2019, 11:34:17 WIB

JawaPos.com–Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 akhirnya menjejak di bagian puncak.

Sebanyak 134 pemain belia akan berjuang habis-habisan untuk meraih beasiswa Bakti Olahraga Djarum Foundation di dalam final audisi GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah mulai hari ini (20/11) sampai 22 November mendatang.

Mereka adalah para pebulu tangkis muda yang mendapatkan super tiket dari audisi yang sudah berlangsung di Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus. Para atlet putra dan putri tersebut terbagi ke dalam kelompok usia U-11 dan U-13.

Kemarin (19/11) merupakan hari terakhir audisi lokal Kudus. Sebanyak 30 orang terpilih dalam dua kategori usia. Mereka akan kembali bertarung dalam seleksi ketat yang berlangsung hari ini.

Total keseluruhan atlet muda yang berpartisipasi pada Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 mencapai 4.118 orang. Meski lima kota penyelenggaraan event berlangsung seluruhnya di Pulau Jawa, namun banyak peserta yang datang dari penjuru negeri. Mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai Papua.

Dibandingkan tahun lalu, memang terjadi penurunan jumlah. Pada 2018, terdapat 5.957 pemain yang berpartisipasi. Namun tahun lalu memang terbagi dalam tiga kategori usia. Selain U-11 dan U-13, audisi juga membuka kategori U-15.

Salah satunya adalah Chelsea Mavelyn Istanto. Gadis muda berusia 12 tahun itu berasal dari Merauke, Papua. Sebelumnya, Chelsea ikut dalam audisi di tiga kota yakni Purwokerto, Surabaya, dan Solo. Namun dia terus gagal meraih super tiket untuk berlaga di Kudus.

Walau begitu Chelsea enggan menyerah. Dia kembali berpartisipasi di kota keempat yakni Kudus. Gadis yang lahir pada 10 Mei 2007 itu mulai memeras keringat sejak 15 November sampai kemarin.

Kerja keras, kesabaran, dan sikap pantang menyerahnya terbayar. Chelsea akhirnya lolos. Walaupun dia tidak terpilih dari jalur pertandingan, namun tim pencari bakat yang diketuai legenda ganda dunia Christian Hadinata tetap memilihnya.

Chelsea dinilai memiliki bakat yang sangat bisa dikembangkan.

Yang unik, selama mengikuti audisi di Kudus, Chelsea sendirian. Dia tidak ditemani oleh ayah dan ibunya. ”Mereka sibuk,” katanya. ”Saya senang akhirnya terpilih. Deg-degan juga. Sejak umur sembilan tahun saya sudah memiliki cita-cita untuk masuk PB Djarum,” imbuhnya.

Salah seorang legenda terbesar Indonesia Liem Swie King berpose bersama penerima super tiket audisi Kudus di GOR Djarum. (Megapro Communications)

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengapresiasi Chelsea dan seluruh peserta yang berjuang sekuat tenaga untuk menjadi atlet PB Djarum.

Melihat antusiasme yang luar biasa ini, lanjut Yoppy, pihaknya akan terus berkomitmen mencetak atlet-atlet berbakat Indonesia. Juga menciptakan ekosistem yang positif bagi dunia bulu tangkis Indonesia.

Yang juga dipikirkan Yoppy adalah, tahun depan, sayap audisi bisa dilebarkan. Jadi tidak hanya di Jawa. Bisa juga terselenggara di kota besar lain di luar Jawa.

”Antusiasme inilah yang membuat kami terus berkomitmen untuk membangun kejayaan bulu tangkis Indonesia. Semoga tahun depan kami masih memiliki ruang untuk melakukan penjaringan bibit-bibit muda berbakat ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar Yoppy yang juga Ketua PB Djarum tersebut.

Manager Tim PB Djarum Fung Permadi mengatakan bahwa jajaran pelatih akan bekerja dengan sangat keras untuk menilai dan menakar bakat-bakat para peraih super tiket. Tiga hari gelaran Final Audisi Umum akan digunakan semaksimal mungkin untuk mencari yang terbaik. ”Kami akan seobjektif mungkin,” ucapnya.

Pada sesi pertama hari ini, para atlet menjalani dua kali pertandingan dengan sistem full games. Begitu pula babak kedua yang digelar pada hari berikutnya, Kamis (21/11). Di sana, peserta akan kembali bertanding sebanyak dua kali sesuai kategori umur.

Sedangkan pada hari terakhir, Jumat (22/11) pagi, para peserta terlebih dulu menjalani beep test alias tes berlari di antara dua garis yang berjarak lebih kurang 20 meter. Pada sore harinya, mereka kembali menjalani pertandingan di GOR Djarum.

Dari Final Audisi Umum yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, akan diumumkan siapa saja yang berhak melangkah ke tahap karantina.

Para pemain yang masuk karantina ditentukan dari penilaian jajaran pelatih PB Djarum. Hasil pertandingan sendiri tidak menjadi tolak ukur mutlak. Tetapi hanya menjadi menjadi bahan pertimbangan penjurian.

Fase Karantina digelar selama satu pekan mulai 23 hingga 29 November 2019. Penyelenggaraannya berada di dua tempat yakni GOR Djarum di Jati dan Kaliputu. ”Pada fase karantina ini, kami akan memperhatikan kegigihan para peserta dalam menjalani proses pembinaan. Kemudian yang kedua adalah kemampuan untuk beradaptasi,” ujar Fung.

Setelah fase karantina itulah, PB Djarum akan mengumumkan siapa saja yang berhasil menerima beasiswa bulu tangkis dan bergabung dengan klub legendaris berusia 50 tahun tersebut.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads