alexametrics

Mekanik MotoGP Diban Sampai Akhir Tahun Karena Memalsukan Tes PCR

20 Oktober 2021, 12:59:22 WIB

JawaPos.com – Seorang mekanik dari tim utama MotoGP dilarang mengikuiti seluruh balapan hingga akhir musim alias di-ban karena ketahun memalsukan hasil tes PCR.

Larangan itu dikeluarkan Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA) sebagai salah satu penyelenggara MotoGP.

Mekanik yang tidak disebutkan identitas dan nama timnya itu dilaporkan melakukan modifikasi hasil tes PCR dari Laboratorium Quiron Prevencion dengan hasil negatif.

‘’Itu adalah hasil yang dimodifikasi secara asal-asalan dari dokumen tes yang sebelumnya,’’ ungkap Bos IRTA Mike Trimby.

‘’Kami benar-benar merasa kecewa, karena kejuaraan ini menganggap sangat serius isu ini. Upaya besar sudah kami lakukan untuk membuat paddock tetap aman bagi kesehatan orang-orang di dalamnya,’’ terangnya.

‘’Kartu akses untuk masuk paddock bagi mekanik tersebut telah dicabut. Dia dilarang untuk terlibat dalam semua balapan hingga akhir musim ini,’’ tegas Trimby dalam surat elektronik yang dikirimkan ke semua tim.

MotoGP sendiri masih memberlakukan protokol sangat ketat di setiap akhir pekan balapan. Tes PCR dengan hasil negatif menjadi syarat wajib bagi setiap orang yang terlibat dalam paddock.

Kebijakan itu sedang mendapatkan kritik karena membebani tim dengan tambahan anggaran yang besar.

Dengan masing-masing tes berbiaya antara Rp 1,2- 2 juta.

Kritikan juga dilontarkan karena dunia sudah mulai memasuki kondisi normal di mana sertifikat vaksin lebih dipertimbangkan daripada hasil tes PCR.

Editor : Candra Kurnia




Close Ads