alexametrics

Liliyana Natsir: Walaupun Terlihat Enjoy, tapi Jiwa Kami Terbebani

20 Juni 2022, 22:13:57 WIB

JawaPos.com-Liliyana Natsir masuk daftar Badminton Hall of Fame dari BWF. Pengukuhan itu berlangsung di Istora Senayan sebelum semifinal Indonesia Open 2022. Sebagai legenda, banyak pesan dan cerita yang dipaparkan mantan jagoan ganda campuran tersebut.

Butet –sapaan Liliyana Natsir– menjadi pebulu tangkis Indonesia kesepuluh dan perempuan kedua yang mendapat penghargaan tersebut.

Legenda bulu tangkis Indonesia lainnya yang pernah mendapat penghargaan tersebut adalah Rudy Hartono, Dick Sudirman, Christian Hadinata, Liem Swie King, Susy Susanti, Tjun Tjun, Johan Wahjudi, Rexy Mainaky, dan Ricky Subagja.

’’Ini sangat berarti bagi saya. Artinya, saya diakui tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mata dunia,’’ ungkap Butet bangga.

Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bersama Tontowi Ahmad itu berharap penghargaan tersebut akan memotivasi para junior untuk membawa lebih banyak kehormatan untuk Indonesia.

’’Saya merasa sangat senang dan bersemangat. Ini adalah peristiwa yang tak terlupakan dalam karier saya,’’ ujarnya.

Butet mengaku tidak mengetahui infonya secara detail alasan dirinya mendapat penghargaan. ’’Saya sebenarnya penasaran juga mau tanya. Cuma, berhubung bahasa Inggris saya harus Google translate, pusing juga,’’ katanya, lalu tertawa.

Ya, ada cerita unik sebelum Butet mendapat penghargaan tersebut. ’’Awalnya dari BWF WhatsApp dalam bahasa Inggris. Saya lagi di jalan dan sibuk juga, jadi saya sudah lihat tapi tidak saya balas,’’ ungkapnya.

Butet mengaku sempat berpikir untuk menolak karena sedang berada di luar rumah.

’’Setelah saya baca lagi, wah ini penghargaan BWF Hall of Fame, kalau ditolak pasti dibilang aneh nih. Saya baca lagi terus saya langsung balas. Terima kasih sudah kasih kesempatan ke saya. Akhirnya hari ini (kemarin) saya bersedia menghadiri acara ini,’’ lanjutnya.

Pastinya Butet sangat senang dan tidak menyangka bisa terpilih. ’’Saya pikirnya sama Owi (sapaan Tontowi) karena main bareng. Tapi, dari BWF-nya kasih ke saya dulu mungkin baru Owi nanti,’’ imbuhnya.

Penghargaan tersebut bermakna banyak bagi Butet. Dia berharap penghargaan yang dia dapat bisa memotivasi para pebulu tangkis tanah air untuk berjuang dan berprestasi. ’’Membanggakan terus untuk Indonesia dan suatu saat nanti merekalah yang akan masuk ke Hall of Fame ini,’’ katanya.

Sebelum memutuskan pensiun di Indonesia Masters 2019, Butet menceritakan sebetulnya dapat banyak masukan untuk tidak pensiun dulu. ’’Karena adik-adik belum mendekati (level permainan),’’ ucapnya.

Namun, di satu sisi, Butet juga harus memikirkan masa depannya di luar bulu tangkis. Sebab, bertahun-tahun menggeluti olahraga tepok bulu membuatnya jenuh.

’’Saya pikir kalau tidak sekarang (2019) kan kapan lagi. Saya memberikan kesempatan untuk adik-adik untuk regenerasi. Karena cepat atau lambat mereka harus siap, jadi saya pikir memang estafet itu harus berjalan,’’ jelasnya.

Butet berharap pemain, terutama ganda campuran, yang prestasinya jauh dari harapan siap jadi tulang punggung. Sebab, selama ini dia bersama Owi menjadi tulang punggung di sektor ganda campuran.

’’Walaupun terlihat enjoy, tapi sejujurnya dari jiwa kami terbebani. Karena kalau kami gagal ya gimana, apalagi yang junior. Jadi, kami jadi tolok ukur dan mempertahankan itu bagaimana latihan yang keras, komunikasi yang bagus. Itu kan tidak mudah,’’ paparnya.

Setelah pensiun, rasa kangen memikul beban di lapangan sempat muncul. ’’Tapi, life must go on ya, saya juga tidak selamanya jadi atlet dan kehidupan yang sebenarnya itu sekarang,” kata Butet.

“Setelah mau jadi atlet mau apa nih. Kalau jadi atlet itu kan semua dalam zona nyaman, kita tinggal di asrama, mau latihan tinggal latihan, tanding tinggal tanding,’’ lanjut perempuan 36 tahun itu.

Butet berpesan agar semua atlet bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. ’’Jadi, setelah pensiun itu, kalian akan tahu bagaimana hidup yang sebenarnya, jadi manfaatin. Kalau bisa juara terus, jangan kasih kendur. Selama masih muda, masih banyak kesempatan,’’ pungkasnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c17/bas

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads