alexametrics
Indonesia Masters 2020

Walau Kalah, Anders Antonsen Sangat Suka dan Bangga Bermain di Istora

20 Januari 2020, 07:38:47 WIB

JawaPos.com-Anders Antonsen gagal mempertahankan gelarnya di ajang Indonesia Masters 2020. Pemain asal Denmark itu kalah dari jagoan tuan rumah Anthony Sinisuka Ginting dalam tiga game 21-17, 15-21, dan 9-21.

Pertandingan final di Istora Senayan, Jakarta tadi malam (19/1) itu, berakhir dalam tempo 1 jam dan 11 detik.

Antonsen yang bermain baik pada game pertama kehilangan momentum pada game kedua dan ketiga. Permainan agresif, kesegitan, dan penempatan bola luar biasa Ginting membuat Antonsen kelimpungan.

Bagi Antonsen, kekalahan ini membuat peringkat dunianya merosot. Dari ranking tiga, menjadi enam dunia pada pekan ini. Sebaliknya, Ginting akan naik ke posisi lima dunia. Itu adalah ranking tertinggi dalam karir pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat tersebut.

Antonsen mengatakan bahwa final Indonesia Masters adalah pertandingan yang bagus. Namun, dia mengakui bahwa pergerakannya tidak stabil, terutama dalam dua game terakhir.

”Sementara itu, permainan Anthony semakin bagus. Jadi, saya tidak mampu menjaga penampilan terbaik saya. Dan Anthony seperti yang saya katakan tadi, semakin bagus. Selamat untuk Anthony untuk kemenangan keduanya di Indonesia Masters. Saya ikut senang untuknya,” kata Antonsen dalam konferensi pers setelah pertandingan.

”Saya kira dia tidak mengubah gaya permainan saat pertandingan, tapi dia (Ginting, Red) mampu menjaga level tertinggi dari permainannya. Sedangkan saya tidak. Jadi, kami bermain ketat di awal pertandingan, tapi setelah itu dia mampu menjaga konsistensi permainan,” tambah pemain kelahiran Aarhus, Denmark berusia 22 tahun itu.

Walau kalah, Antonsen mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasilnya. Mencapai final, tambahnya, tetap saja adalah hasil yang bagus.

”Dan saya senang sekali bisa bermain dan berada pada final di Indonesia. Ini menjadi final ketiga secara beruntun saya di Istora. Tentu saja saya bangga dengan itu. Saya bermain bagus selama turnamen, melawan pemain-pemain hebat dan bisa mengalahkan beberapa di antaranya. Jadi, saya pikir ini tetap statistik yang bagus untuk saya di 2020,” kata Antonsen.

Memang Antonsen punya rekor yang bagus di Istora Senayan. Pada 2019 dia berhasil menjadi juara Indonesia Masters dan runner-up Indonesia Open. Bahkan, di Indonesia Masters tahun lalu, Antonsen mengalahkan pemain nomor satu dunia Kento Momota.

Itulah satu-satunya kekalahan Momota di final 2019.

Sementara itu, Indonesia sukses besar dengan menjadi juara umum Indonesia Masters 2020. Merah Putih tampil dominan, meraih tiga gelar dari lima sektor.

Gelar pertama disumbangkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Mereka mengalahkan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dalam dua game langsung dengan skor 21-15, 21-16.

Trofi ganda putri yang sudah lama dirindukan Indonesia di kandang sendiri, akhirnya mampu dipersembahkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan nomor satu Indonesia itu mengalahkan ganda Denmark Sara Thygesen/Maiken Fruergaard dengan skor 18-21, 21-11, 23-21.

Ginting lantas menutup pesta pora Indonesia. Pada partai terakhir, dia mengulangi suksesnya menjadi juara Indonesia Masters 2018 via kemenangan atas Antonsen.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Banu Adikara



Close Ads