Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Januari 2020 | 18.48 WIB

Ahsan: Kami Sudah Coba Semua Strategi, Bukannya Kalah Lalu Diam Saja

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Sudah lima all-Indonesian final yang berlangsung sejak Indonesia Masters 2019. Hasilnya selalu sama. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Kemarin pun tidak ada yang berubah. Marcus/Kevin jadi juara setelah menang 21-15, 21-16 dalam setengah jam.

Hasil itu menambah panjang rekor kekalahan Ahsan/Hendra di tangan pasangan nomor satu dunia tersebut. The Daddies –sebutan Ahsan/Hendra– makin inferior dengan skor head-to-head 2-11.

’’Hari ini mereka (Marcus/Kevin, Red) memang bermain bagus,’’ kata Hendra legawa. ’’Dari game pertama, kami sudah sempat leading. Cuma, mereka bisa mengantisipasi balik. Jadi, mereka bisa menang. Kami berusaha ubah pola mainnya, tapi beberapa poin masih terburu-buru,’’ lanjut pemain 35 tahun itu.

Berkali-kali bertemu Minions (sebutan Marcus/Kevin), mengapa The Daddies selalu kesulitan? Apakah mereka belum berhasil menemukan formula yang pas untuk mengalahkan sang junior? Tidak juga.

Ahsan/Hendra sejatinya sudah tahu caranya. Strategi telah disusun. Namun, apa yang mereka rencanakan selalu dimentahkan.

’’Kami sudah coba semua strategi. Bukannya kalah, lalu diam saja. Kami lihat juga dari lawan-lawan yang pernah ngalahin Marcus/Kevin seperti apa,’’ ungkap Ahsan. ’’Tapi, kan kenyataan di lapangan berbeda. Kami akan terus coba lagi,’’ lanjutnya.

’’Mungkin mereka lebih komplet dibandingkan pasangan-pasangan yang lain. Memang, mereka masih pasangan yang terbaik. Dari segi speed dan power, kami sudah ketinggalan,’’ imbuh Hendra.

Itu benar-benar terlihat kemarin. Ahsan/Hendra bisa unggul sebentar di awal game pertama. Sebab, mereka bisa menjaga tempo laga tetap lambat. Tapi, begitu Minions meningkatkan ritme, selesai sudah.

Di sisi lain, Marcus/Kevin mengungkapkan, gelar kali ini diraih berkat konsistensi. ’’Game kedua, mereka bangkit dan mau menyusul. Tapi, kami bisa antisipasi,’’ ungkap Kevin.

’’Mereka kan lebih senior, punya banyak pengalaman. Kalau dibiarkan, langsung bisa mengejar poin banyak. Makanya kami jaga konsistensi supaya mereka nggak bisa lepas dari tekanan kami,’’ imbuhnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore