alexametrics

Masih Dianggap Terbaik, Gregoria dan Fitriani Aman dari Degradasi

19 Desember 2019, 11:57:46 WIB

JawaPos.com – Tahun sudah hampir berganti. Artinya, promosi-degradasi (promdeg) pelatnas PBSI Cipayung segera dilaksanakan. Para badminton lovers yang berharap sejumlah nama diganti harus siap-siap kecewa.

Sebab, PP PBSI bakal mempertahankan pemain yang sudah masuk SK Prioritas pada 2019. Termasuk dua tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Anggota pelatnas prioritas memang sejak awal diproyeksikan untuk merebut tiket ke Olimpiade Tokyo 2020 sehingga tidak akan dicoret. ’’Tahun depan fokusnya ke sana (Olimpiade, Red),’’ kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti kemarin.

’’Tetapi, tahun depan kami berencana membuat pengelompokan atlet berdasar prioritas masing-masing selama setahun itu. Dibagi sesuai target,’’ lanjutnya.

Para pemain tunggal putri tersebut memang terpaksa dipertahankan. Selain Jorji –sapaan Gregoria– dan Fitri, belum ada pemain lain yang masuk peringkat 20 besar dunia. Saat ini keduanya masih memegang status sebagai pemain terbaik yang dimiliki Merah Putih meski performa mereka masih jauh dari harapan.

Pada awal 2019 Jorji berada di jajaran 15 besar dunia. Namun, setelah serangkaian hasil buruk, dia terjun bebas ke peringkat 24. Dari 20 turnamen yang diikuti tahun ini, capaian terbaik Jorji adalah babak perempat final.

Jorji belum mampu mengalahkan para pemain elite dunia. Secara teknik, memang ada perubahan. Performanya membaik sejak kehadiran Rionny Mainaky sebagai pelatih kepala tunggal putri.

Namun, faktanya, dia memang belum pernah jadi juara sama sekali. Dalam klasemen race to Olympic 2020, dia berada di posisi ke-18. Padahal, hanya 16 pemain terbaik yang lolos.

Sementara itu, secara kasatmata, penampilan Fitriani lebih buruk daripada Jorji. Dia memang sempat membuat kejutan dengan menjuarai Thailand Masters pada Januari lalu. Namun, setelah itu, performanya terus menurun. Dia langganan terhenti di babak pertama dan kedua turnamen. Di SEA Games 2019, dia bahkan kalah oleh pemain-pemain yang peringkatnya jauh di bawahnya.

Fitriani sekarang berada di ranking 28 dunia.

Fitriani saat berlaga pada ajang Japan Open 2019. Dia sempat memberikan kejutan dengan menjadi juara Thailand Masters 2019. (PP PBSI)

’’Memang tunggal putri harus kerja ekstrakeras. Tahun lalu dan tahun ini tunggal putri secara ranking banyak menurun. Ini jadi pekerjaan rumah kami juga,’’ tutur Susy.

’’Tapi, bagaimana caranya kami ingin loloskan dulu mereka ke Olimpiade. Lalu, untuk perbaikan, semestinya tak cuma ranking, tapi juga prestasi,’’ lanjut peraih emas Olimpiade 1992 Barcelona dan perunggu 1996 di Atlanta itu.

Ada sisi positif akibat terlemparnya Jorji dari jajaran top 15 dunia. Dia tidak wajib lagi mengikuti turnamen-turnamen level tinggi, yakni super 500+. Maka, dia bisa menjelajah turnamen-turnamen level super 100 dan super 300 dengan lebih leluasa. Apalagi, di level super 500+ dia dan Fitri memang belum bisa bersaing.

’’Jadi, ikut turnamen sesuai dengan levelnya dulu deh agar kepercayaan dirinya balik dulu. Kalau sudah sering juara di super 100 atau super 300, setelah itu baru dinaikin lagi ke yang lebih tinggi,’’ ucap Susy.

Rencananya, ada sekitar 20 pemain yang didegradasi dari pelatnas. Namun, jumlah yang akan dimasukkan lebih banyak lagi. Beberapa yang dijamin mengunci spot di Cipayung adalah para juara Kejurnas PBSI yang digeber di Palembang akhir November lalu. Namun, tentu mereka berstatus magang.

Hasil 2019

Kejuaraan | Jorji | Fitriani

Thailand Masters | – | Juara

Malay Masters | R1 | R2

Indonesia Masters | R2 | R2

Spain Masters | – | R2

German Open | R1 | R2

All England | R1 | R1

Malaysia Open | R1 | R1

Singapore Open | R1 | R1

Kejuaraan Asia | R2 | R1

New Zealand Open | QF | R2

Australian Open | R1 | R1

Indonesia Open | R2 | R1

Japan Open | R2 | R1

Thailand Open | R1 | QF

Chinese Taipei Open | QF | QF

Kejuaraan dunia | R3 | R2

China Open | R1 | R1

Korea Open | QF | R2

Denmark Open | R1 | R1

French Open | R1 | R2

Fuzhou China Open | R1 | R1

SEA Games (individual) | QF | –

Jorji di 2019

20 kejuaraan

11 kali kalah di babak pertama

4 kali kalah di babak kedua

1 kali kalah di babak ketiga

4 mencapai perempat final

Prestasi Tertinggi

Perempat final Korea Open (super 500)

Perjalanan Ranking

Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des

15 | 14 | 15 | 16 | 14 | 13 | 19 | 14 | 17 | 27 | 23| 24

Fitriani di 2019

21 kejuaraan

10 kali kalah di babak pertama

8 kali kalah di babak kedua

2 kali mencapai perempat final

1 juara

Prestasi Tertinggi

Juara Thailand Masters (super 300)

Perjalanan Ranking

Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des

33 | 28 | 29 | 30 | 28 | 30 | 29 | 27 | 30 | 30 | 27 | 28

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c20/na



Close Ads