alexametrics
SEA Games 2019

Tim Renang Ditarget Empat Emas, Namun Susah Sekali Melawan Singapura

19 November 2019, 15:00:06 WIB

JawaPos.com-Cabor akuatik, terutama renang, menjanjikan begitu banyak emas di setiap multievent. Namun, pada SEA Games 2019, tim renang Indonesia hanya membidik empat emas. Itu pun belum tentu bisa dipenuhi. Sebab, dari personal best masing-masing jagoan Indonesia, rata-rata masih kalah oleh para pesaingnya.

TARGET empat emas yang dicanangkan PB PRSI sama dengan perolehan Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Dengan perolehan itu, Indonesia menempati posisi keempat di bawah Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Tahun ini pun lawan terberat kita masih sama. Singapura diprediksi masih menguasai mayoritas nomor perlombaan.

Tak berbeda dengan edisi dua tahun lalu, emas diproyeksikan didapat I Gede Siman Sudartawa, Nathaniel Gagarin Yus, dan Triady Fauzi Sidiq. Mereka adalah peraih emas SEA Games 2017. Plus ada satu nama baru, yakni Farrel Armandio Tangkas. Dalam Jakarta Open Swimming Championship September lalu, dia memecahkan rekornas 200 meter gaya punggung putra.

Farrel memiliki personal best 2 menit 01,16 detik. Catatan itu masih berada di bawah para pesaingnya. Misalnya bintang Singapura Quah Zheng Wen, yang menjadi pemegang rekornas Singapura. Juga Francis Fong Jia Yi. Rata-rata capaian mereka sudah mendekati waktu 1 menit.

Pelatih Albert Sutanto mengungkapkan, hasil di Jakarta Open bukan peak performance Farrel. Artinya, catatan waktu dia masih bisa lebih baik. Apalagi, selama persiapan SEA Games, pihaknya sudah menggelar trial di Kunming, Tiongkok, pada 18–30 Oktober lalu. Diharapkan, dari hasil latihan tersebut, perenang bisa mencapai performa terbaik dalam SEA Games akhir bulan ini.

’’Efektivitas (hasil latihan) baru sekitar 20–23 hari. Belum terlihat ledakannya,’’ jelas Albert ketika dihubungi. Saat ini, tim renang Indonesia menjalani training camp di Bali. ’’Kami akan maintenance performa mereka selama pelatnas ini. Mudah-mudahan apa yang direncanakan di Filipina bisa tercapai,’’ lanjut Albert.

Selain Quah Zheng Wen, Singapura memiliki Joseph Schooling. Perenang yang tampil sangat fenomenal di Olimpiade Rio 2016 lalu. Dia meraih emas di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan catatan 50,39 detik. Sekaligus memecahkan rekor Olimpiade. Melampaui catatan idolanya, Michael Phelps, 50,58 detik, yang dicetak delapan tahun sebelumnya.

Tentu perenang 24 tahun itu akan jadi pesaing terberat para jagoan kita di nomor-nomor gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Dilihat dari capaian dia pada SEA Games 2017 lalu, selisih waktu Triady dan Glen Victor Sutanto masih jauh. Pada nomor elite 100 meter kupu-kupu, misalnya, para perenang kita tertinggal lebih dari 2 detik.

Indonesia punya peluang dari nomor 200 meter gaya ganti putra. Asal Triady yang turun di nomor tersebut bisa berada pada performa terbaik. Terakhir turun pada nomor tersebut, Triady mencatatkan waktu 2 menit 12,9 detik. Itu dibukukannya pada babak penyisihan World Aquatic Championship (Kejuaraan Dunia Akuatik) 2019 di Gwangju, Korea Selatan, Juli lalu.

Wakil Ketua Umum PRSI Harlin Rahardja menyatakan, target emas sebenarnya tidak dibebankan kepada perenang tertentu. Dia berharap seluruh anggota skuad yang dikirim ke Filipina punya tanggung jawab yang sama.

’’Kami ingin mereka tampil tanpa beban. Supaya mereka bisa main lepas dan tentu saja mempertahankan emas. Kami juga mengharapkan ada kejutan dari perenang-perenang muda,’’ kata Harlin. ’’Selain renang, masih ada cabor potensial seperti polo air,’’ lanjutnya.

Kondisi Siman

Sementara itu, perenang senior I Gede Siman Sudartawa masih terus berusaha mengembalikan performa terbaiknya. Dia mengalami dislokasi bahu Desember lalu. Hingga pertengahan tahun, kondisinya belum kembali seperti sediakala. Alhasil, ketika turun di Festival Akuatik Indonesia April lalu, catatan waktunya tidak bagus.

Di nomor andalannya, 50 meter gaya punggung putra, dia hanya mencatat waktu 26,10 detik. Jauh dari personal best-nya yang mencapai 25,01 detik. Namun, menurut Harlin, saat ini kondisi Siman sudah oke. Dia menjalani program tryout di Carolina, Amerika Serikat. ’’Kami akan lihat hasilnya. Kalau bagus, kami makin optimistis dengan target empat emas itu,’’ kata Harlin.

Pada SEA Games 2017, Siman meraih dua emas. Satu emas berasal dari nomor andalannya. Dia mencatat waktu 25,20 detik. Sekaligus memecahkan rekor SEA Games. Harlin berharap, jika personal best 25,01 detik terlalu jauh, setidaknya dia bisa mendekati catatannya sendiri dua tahun lalu.

Proyeksi Emas Tim Renang Indonesia di SEA Games 2019

I Gede Siman Sudartawa

(50 meter gaya punggung)

Catatan terbaik 25,01 detik (Asian Games 2018)

Pesaing

Quah Zheng Wen (Singapura) 25,13 detik

Le Nguyen Paul (Vietnam) 25,50 detik

Tern Jian Han (Malaysia) 25,60 detik

Nathaniel Gagarin Yus

(100 meter gaya punggung)

Catatan terbaik: 1 menit 01,76 detik (SEA Games 2017)

Pesaing

Quah Zheng Wen (Singapura) 54,03 detik

Francis Fong Jia Yi (Singapura) 55,23 detik

Le Nguyen Paul (Vietnam) 55,10 detik

Farrel Armandio Tangkas

(200 meter gaya punggung)

Catatan terbaik: 2 menit 01,16 detik (Jakarta Open Swimming Championship 2019)

Pesaing

Quah Zheng Wen (Singapura) 1 menit 59,49 detik

Francis Fong Jia Yi (Singapura) 2 menit 00,49 detik

Tran Duy Khoi (Vietnam) 2 menit 02,16 detik

Triady Fauzi Sidiq

(200 meter gaya ganti)

Catatan terbaik 2 menit 01,72 detik (SEA Games 2017)

Pesaing

Pang Sheng Jun (Singapura) 2 menit 02,06 detik

Le Nguyen Paul (Vietnam) 2 menit 03,39 detik

Nuttapong Ketin (Thailand) 2 menit 02,90 detik

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c17/na



Close Ads