alexametrics

Anthony Ginting dan Lima Lawan Tertangguh Versi Jonatan Christie

19 Mei 2020, 20:22:54 WIB

JawaPos.com – Sudah hampir dua bulan tidak ada turnamen bulu tangkis dunia. Ini setelah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menghentikan turnamen BWF Tour karena pandemi Covid-19. Terakhir, turnamen yang digelar adalah All England pada Maret lalu.

Tidak adanya kejuaraan membuat pebulu tangkis tunggal putra PBSI Jonatan Christie merasa kangen. Menurut Jojo, selain rindu kejuaraan, dia juga kangen suasana arena maupun gemuruh penonton.

“Jelas kangen lah ya. Biasanya nih kalau ada jadwal full, saya malah kangen rumah, tapi di kondisi sekarang malah kangen ke pertandingan,” kata Jojo dalam siaran langsung via Instagram PP PBSI (17/5).

Mengenai pertandingan, Jojo juga rindu momen ketika dia meraih emas Asian Games 2018. Meraih medali pada multievent empat tahunan tersebut menjadi kenangan yang paling indah buat Jojo.

Selain itu, ada juga momen New Zealand Open 2019. Saat itu, untuk kali pertama menjadi juara di ajang BWF World Tour. Waktu itu Jonatan Christie mengalahkan Ng Ka Long Angus (Hongkong) dalam straight game dengan skor 21-12, 21-13.

“Dua momen itu yang jadi kenangan banget bagi saya,” ujarnya. Jojo juga mengakui, saat ini performanya sedang menurun. Terlebih banyak kritikan dari para penggemar maupun pelatih.

“Biasanya suka sharing sama pelatih atau keluarga, apa yang harus saya lakukan. Tentunya porsi latihan ditambah, ubah strategi. Tapi, balik lagi ke diri sendiri, apakah kita mampu bangkit atau tidak, itu aja sih,” tambah Jojo.

Mengenai strategi, Jojo mengaku suka lupa ingatan ketika sudah ada di lapangan. Padahal, kata dia, sehari sebelum atau beberapa jam sebelum pertandingan, dia selalu menonton video pertandingan lawan guna mengetahui strategi apa yang nanti akan digunakan.

“Padahal saya sudah siap nih, sebelum pertandingan saya akan pakai strategi ini, kalau lawan kayak gini, saya harus apa. Eh, saat sudah ada di lapangan, semua konsep, strategi yang sudah saya siapkan tiba-tiba blank, nggak ingat apa-apa. Intinya sih konsentrasi harus sungguh-sungguh, jangan sampai nggak fokus,” jelasnya.

Bagi Jonatan, ada enam pemain yang dia anggap lawan terkuat saat ini. Pertama tentu saja Kento Momota dari Jepang. Lalu Chen Long (Tiongkok), rekan senegaranya Anthony Sinisuka Ginting.

Lalu Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien-chen (Taiwan), dan Shi Yuqi (Tiongkok).

Jojo menambahkan, untuk saat ini belum ada program latihan khusus yang diberikan oleh pelatih Hendry Saputra. Sebab PBSI merencanakan untuk kembali beraktivitas secara normal pada 2 Juli.

Namun, untuk mengisi waktu karantina di Pelatnas, Jojo lebih memilih main game dan memasak. “Saya juga sering piket di Pelatnas. Ya kayak bersihin kamar mandi, nyapu, ngepel, hingga buang sampah. Hal yang kayak gitu kalau di hari biasa, saya nggak pernah ngelakuin ha..ha..ha,” ucapnya.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini: