alexametrics
Indonesia Masters 2020

Pujian Ganda No 1 Malaysia Kepada Minions: Memang Layak Jadi Ganda Top

19 Januari 2020, 07:25:21 WIB

JawaPos.com-Indonesia mengirimkan empat wakil pada final Indonesia Masters 2020 yang tergelar siang ini (19/1) di Istora Senayan, Jakarta. Dan yang jelas, kita sudah pasti mendapatkan satu gelar dari sektor andalan; ganda putra.

Kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo atas ganda nomor satu Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-19, 21-19, menjadi penutup hari yang indah bagi Indonesia.

Sebab, sebelumnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga berhasil ke final. The Daddies mengalahkan junior mereka Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam tiga game 21-12, 18-21, 21-17.

Meskipun Marcus/Kevin menang dua game langsung, namun pertandingan berlangsung cukup ketat sejak awal. Minions bahkan sempat tertinggal 7-11 di game kedua.

Namun, mereka pelan-pelan bisa menyusul dan akhirnya menyamakan angka dalam kondisi 13-13.

Kemenangan ini, membuktikan kualitas Marcus/Kevin sebagai ganda nomor satu dunia. Mereka bermain cepat, efisien, agresif, dan menjalankan rotasi dengan sangat rapi. Dan yang paling penting, Marcus/Kevin tidak panik dan tetap tenang dalam kondisi tertekan serta tertinggal.

“Kami sudah langsung menekan dari awal, langsung siap. Kami sering ketemu mereka. Di Malaysia (Masters) juga ketemu. Kami sudah saling tahu satu sama lain, jadi kami fokus dari awal,” kata Kevin.

“Kami lebih siap dari kemarin, dari awal langsung dapat ritme permainan, jadi banyak dapat poin. Di game kedua, tekanan lawan lebih dapat karena anginnya juga. Kami belum dapat feeling pada awal game kedua. Di pertengahan game, baru dapat mainnya,” ujar Marcus dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Ganda nomor satu Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik tumbang pada semifinal Indonesia Masters 2020. (S.KANESAN/The Star)

Sementara itu, saat ditemui di tempat terpisah, Aaron Chia/Soh Wooi Yik mengakui kekalahan mereka. Namun, meskipun takluk, mereka puas dengan performa tadi malam (18/1).

”Kami sempat leading di game kedua, tapi kami jadi buru-buru hingga akhirnya bikin kesalahan sendiri. Itu yang bikin kami kalah,” kata Aaron.

”Marcus/Kevin memang layak jadi pemain top dunia karena mereka bisa sangat tenang di poin-poin krusial,” imbuh Aaron.

”Permainan mereka juga tetap stabil meski ketinggalan cukup jauh. Game plan mereka juga bisa dieksekusi dengan baik. Mereka juga jarang sekali bikin kesalahan. Ini sudah lima kali kami kalah dari mereka. Dan untuk pertemuan berikutnya, kami harus bisa lebih tenang saat memimpin maupun saat poin penting,” ucap pemain berusia 22 tahun itu.

Melawan Hendra/Ahsan sore ini, Marcus/Kevin mengaku siap. The Daddies yang sudah kenyang pengalaman, kata mereka, memang tak akan mudah dikalahkan.

Walaupun faktanya, Marcus/Kevin sangat dominan dengan meraih 10 kemenangan dalam 12 pertandingan.

Nggak ada persiapan khusus, yang penting lakukan yang terbaik. Mereka punya banyak kelebihan, pengalaman banyak, kami sudah hafal satu sama lain. Yang pasti kami harus fokus. Nggak boleh lengah,” kata Kevin.

Selain All Indonesian Final di ganda putra, Merah Putih juga menempatkan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di partai puncak turnamen Super 500 itu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Banu Adikara


Close Ads