alexametrics
Final Indonesia Masters 2020

Lawan Greys/Apri, Ganda No 1 Denmark: Penonton Tak Bikin Kami Takut

19 Januari 2020, 11:41:13 WIB

JawaPos.com-Butuh waktu sepuluh bulan bagi Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk bisa menembus babak final turnamen BWF Tour. Kali terakhir, hal itu terjadi di India Open 2019.

Greysia/Apriyani tahun lalu berhasil mencapai dua final. Sebelumnya, mereka mencapai partai puncak Malaysia Masters 2019. Namun, hanya di India itulah, pasangan nomor delapan dunia tersebut bablas menjadi juara.

Setelah itu, fenomena hebat tersebut tak pernah terjadi lagi.

Kemarin mereka memastikan tiket final setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan yang sedang naik daun, Kim So-yeong/Kong Hee-yong dalam straight games 21-19, 21-15. Itu adalah kemenangan perdana mereka atas pasangan nomor empat dunia tersebut.

Hari ini lawan mereka agak berbeda. Bukan pasangan Jepang maupun Korsel yang lain. Melainkan pasangan kejutan, yakni Maiken Fruergaard/Sara Thygesen asal Denmark.

Lolosnya Fruergaard/Thygesen ke final sungguh tak disangka. Dalam perjalanannya, ganda putri nomor 1 Denmark yang menempati peringkat ke-30 dunia tersebut, sangat impresif. Mereka menghajar pasangan nomor tiga dunia Yuki Fukushima/Sayaka Hirota di babak 16 besar.

Lalu, kemarin (18/1), giliran unggulan keempat yang juga peraih emas Olimpiade Rio 2016 Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang dipulangkan. Itu menjadi sinyal bahwa mereka sangat berbahaya.

Sara Thygesen (kiri) dan Maiken Fruergaard mengaku tidak takut kepada tekanan penonton Istora Senayan, Jakarta, di final hari ini (19/1). (BWF Badminton)

”Kami rasa, tekanan ada di pihak tuan rumah, sedangkan kami tidak punya tekanan apa pun,” ujar Fruergaard dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Dia melanjutkan, gemuruh Istora yang mengerikan tidak membuat dirinya dan Thygesen takut. Itu malah bisa jadi beban buat Greysia/Apriyani. ”Penonton mengharapkan pemain Indonesia yang menang. Kami akan main tanpa beban saja dan berusaha sebaik-baiknya,” kata Fruergaard.

Sudah lima kali Greysia/Apriyani bertemu dengan Fruergaard/Thygesen. Selama itu pula kemenangan selalu berpihak kepada Indonesia. Melihat tren permainan Greysia/Apriyani kemarin, kans juara jelas ada.

Apri tampil hebat dengan smes-smesnya yang keras. Tak hanya powerful, pemain 21 tahun itu juga cerdik dalam penempatan bola. Dia juga mampu melakukan cover lapangan yang sangat baik, mengejar bola dengan vitalitas sangat tinggi.

Juga, yang paling penting, clean. Minim error. Di sisi lain, Greysia perlu memperbaiki servisnya yang sering tanggung.

”Jaga kondisi sih yang paling penting. Recovery. Karena ini posisi sudah 0-0 lagi. Hasil yang tadi harus dilupakan, harus pikirkan pertandingan selanjutnya,” tegas Apri setelah pertandingan.

”Kami belum puas dengan hasil ini. Masih ada satu pertandingan lagi (final, Red) dan harus dimenangi,” imbuh Greysia.

Greysia/Apriyani (Indonesia) vs Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark)

8 Peringkat 30

32/21 Usia 24/28

160 cm/165 cm Tinggi 169 cm/172 cm

5 H2H 0

Pertemuan Terakhir : 19/9/19 (China Open) Greysia/Apri Menang 21-14, 15-21, 21-18

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c11/na



Close Ads