alexametrics

Area Mata Kiri Kucurkan Darah, Korean Zombie Keok dari Brian Ortega

18 Oktober 2020, 13:53:50 WIB

JawaPos.com-Brian Ortega sudah lama tidak naik ke octagon. Dia mengalami serangkaian cedera yang memaksanya absen hampir selama dua tahun.

Oleh karena itulah, sebelum pertarungan kelas bulu melawan Jun Chan-sung alias Korean Zombie pada UFC Fight Night di Yas Marina, Abu Dhabi hari ini (18/10), Ortega sedikit tidak diunggulkan.

Namun, Ortega membalikkan semua prediksi. Dia mendominasi total pertarungan dan akhirnya menang angka dalam lima ronde. Kemenangan tersebut membuat Ortega menjadi penantang nomor satu dalam perebutan sabuk juara dunia kelas bulu melawan Alex Volkanovski.

“Kami akan bertarung saat semuanya siap,” kata Ortega seperti dikutip dari ESPN. “Dalam pertarungan ini, kamu harus mengambil kesempatan. Kamu tidak tumbuh dan berkembang dalam zona nyaman. Alex Volkanovski, kamu adalah juara. Melawanmu akan menjadi hal yang sangat menarik. Saya punya tim yang solid. Siap ataupun tidak, saya sudah sangat siap,” imbuh petarung berusia 29 tahun kelahiran Los Angeles tersebut.

Perjalanan Ortega dalam upaya meraih gelar juara dunia UFC memang berliku. Pada UFC 231 8 Desember 2018, dia dikalahkan Max Holloway lewat TKO pada ronde keempat. Padahal itu adalah kesempatannya meraih gelar juara dunia kelas bulu.

Dia lalu dijadwalkan berduel melawan Jung pada akhir 2019. Tetapi duel itu urung terlaksana karena Ortega mengalami cedera. Absen lama dan bekas cedera dari pertarungan sebelumnya, ternyata tidak berpengaruh. Ortega tetap meraih kemenangan mutlak.

“Saya tidak diperhitungan,” kata Ortega. “Saya paham benar, sebab saya meninggalkan ajang ini selama dua tahun. Tetapi saya berada di sini untuk mengingatkan semua orang. Saya merasa dalam kondisi puncak. Dan memiliki rasa percaya diri adalah hal yang sangat penting,” paparnya.

Laga melawan Korean Zombie berlangsung dengan seru. Ortega yang merupakan pemegang sabuk hitam jiu-jitsu tersebut memilih untuk melakukan pertarungan berdiri. Ini adalah game plan yang berisiko. Sebab Jung, merupakan salah seorang pemilik pukulan terkeras di kelas bulu UFC.

Namun, Ortega mampu bertarung dengan cerdik. Dia intens melakukan serangan berupa jab dan tendangan ke kaki. Inilah yang membuat Jung sulit mengembangkan permainan.

Momen terbaik Jung terjadi pada ronde kedua. Yakni ketika dia sudah menemukan ritme dan timing pertarungan. Sementara itu, saat terbaik Ortega terjadi pada ronde terakhir. Sikutan kerasnya melukai Jung. Ortega juga melancarkan pukulan telak tangan kiri yang menggores area mata kiri Jung pada ronde keempat. Mata kiri Jung koyak dan mengeluarkan darah segar.

Dengan hasil ini, Ortega mencatat 15 kali menang, 1 kalah, dan 1 no contest dalam 17 pertarungan di MMA. Lima belas kemenangan itu dihasilkan lewat 3 KO, 7 cekikan, dan 5 melalui keputusan juri. Sebuah rekor yang menjadi gambaran tentang betapa efisien gaya bertarung Ortega.

Editor : Ainur Rohman




Close Ads