alexametrics

Wawancara Khusus dengan Mario Suryo Aji (Bag 4, Habis)

Misi Mengharumkan Nama Indonesia
18 Agustus 2021, 15:34:13 WIB

Indonesia rencananya menjadi tuan rumah MotoGP di Sirkuit Mandalika tahun depan. Salah satu yang digadang bisa tampil di sana adalah Mario Suryo Aji. Apalagi saat ini Indonesia sudah punya dua tim balap yang berlaga di Moto3 dan Moto2 di ajang grand prix.

Fans motorsport tanah air memperkirakan kamu salah satu pembalap yang paling berpeluang bisa menembus sekaligus mewakili Indonesia di level grand prix (Moto3, Moto2, MotoGP) saat Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP di Mandalika. Bagaimana kamu menanggapi harapan besar itu ?

Wah senang sekali kalau fans berpikir seperti itu, terima kasih untuk dukungannya, hal itu juga menjadi harapan dan cita-cita saya di balap.

Terus terang, dukungan dari pecinta balap dan masyarakat di Indonesia terhadap saya membuat saya terus termotivasi untuk memberikan hasil yang terbaik di setiap balapan.

Kadang saat sedang lelah, saya menjadi kembali bersemangat saat saya ingat banyak sekali orang-orang yang mendukung saya. Saya juga tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan besar dari PT Astra Honda Motor yang mendukung saya penuh untuk meraih mimpi hingga sampai saya balapan di Eropa saat ini.

Target jangka pendek kamu?

Saat ini yang terpenting saya harus tetap fokus agar tetap dapat maksimal pada balapan yang saya ikuti.

Saya harus terus merasa ada yang bisa diperbaiki di setiap akhir balapan sehingga dapat menjadi lebih baik di balapan berikutnya.

Saya tidak mau terlalu awal berpuas diri, karena saat ini pun saya masih harus berusaha dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpi saya.

Sempat viral  di medsos, momen ketika kami disenggol Daniel Munoz pada race pertama seri Barcelona. Medsos Munoz dilabrak netizen Indonesia. Anda sempat meminta fans berhenti melakukan itu saat itu. Bagaimana hubungan anda dengan Munoz setelah kejadian itu?

Hubungan saya dan Munoz baik-baik saja. Tetap akrab seperti biasa, di luar sirkuit pun kami bertegur sapa. Sebagai sesama pebalap, kami bisa memahami bahwa segala hal bisa terjadi dalam lintasan, meskipun kita tidak menghendakinya.

Bagaimana sebenarnya pandangan orang-orang Eropa terhadap rider-rider asal Asia atau Indonesia seperti anda? Apakah ada pandangan sebelah mata?

Saya tidak merasakan hal tersebut sih. Justru mereka banyak membantu saya beradaptasi dengan karakter setiap sirkuit balapan yang ada di Eropa.

Di benak saya setiap pembalap memiliki kekuatan dan karakter balap yang berbeda-beda di lintasan sirkuit, entah dari manapun datangnya, sehingga saya bisa belajar banyak dari mereka. Di luar lintasan, saya tetap berteman baik dengan teman-teman dari Eropa, Asia, atau negara lainnya.

Apa yang bisa kamu sampaikan kepada pembalap-pembalap junior di tanah air jika ingin mengikuti jejakmu membalap di level dunia?

Jangan cepat puas, terus asah diri untuk mewujudkan mimpi.

Setiap ajang balap yang kita ikuti tentu memiliki pelajaran tersendiri yang menjadi bekal untuk terus memperbaiki diri.

Jangan pantang menyerah jika hasil balap tidak sesuai dengan keinginan kita.

Apapun bisa terjadi di lintasan balap, tapi semangat untuk bangkit lah yang menentukan keberhasilan kita di balapan berikutnya.

Saya juga berpesan, banyaklah belajar dari pembalap lain yang lebih berpengalaman dan bekerja sama yang erat dengan tim, karena tanpa tim balap yang hebat kita tidak bisa jadi pembalap yang bagus.

Terakhir, tetap fokus dan konsisten apapun tantangan di depan kita.

Masih dalam rangka 17 Agustus tahun ini, apa yang ingin kamu persembahkan untuk Indonesia?

Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, ya tentu ingin memberikan hal terbaik bagi Indonesia.

Yang bisa saya lakukan saat ini meraih prestasi di arena balap yang sedang saya ikuti.

Saya ingin memberikan kebanggaan bagi Indonesia di ajang balap internasional. Mohon dukungan dan doanya agar saya dapat mewujudkan hal tersebut.

 

 

 

 

 

 

Editor : Candra Kurnia

Reporter : I'ied Rahmat Rifadin

Saksikan video menarik berikut ini: