Soal Dominasi Axelsen, Anthony Ginting: Semua Pemain Ada Masanya

18 Juni 2022, 22:21:22 WIB

JawaPos.com-Indonesia gagal memiliki wakil di babak semifinal Indonesia Open yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta (18/6). Artinya, tak ada gelar yang bisa dipersembahkan duta Indonesia. Sebab, kemarin (17/6) empat wakil yang tersisa rontok di babak perempat final.

Ganda putra Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang menjadi wakil Indonesia di laga terakhir dan menjadi harapan harus mengakui keunggulan ganda Tiongkok Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi dua game langsung (18-21, 18-21).

Fajar mengatakan bahwa kekalahan tidak dipengaruhi dari tiga wakil yang kalah. ’’Tekanan nggak sih. Karena main pribadi juga. Yang pasti, tadinya mau keluarkan yang terbaik dan sudah mencoba,’’ tutur Fajar ketika diwawancarai pasca pertandingan kemarin.

Fajar menilai, lawan memang bermain sangat baik. Terutama di sisi power dan bertahan yang begitu kuat hingga sulit ditembus.

’’Setiap kali adu power dan rally kalah. Mungkin hari ini (kemarin) mereka main save banget ya,’’ ujarnya.

Rian menambahkan, padatnya agenda membuat fisik terkuras. Sebelumnya, di beberapa event, pasangan berjuluk FajRi tersebut selalu bermain hingga akhir. Seperti juara di Indonesia Masters 2022. ’’Tidak bisa dimungkiri capeknya, semoga kondisi pulih dan fokus lagi,’’ ucapnya.

Sebelumnya, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dikalahkan Viktor Axelsen dengan rubber game (13-21, 21-19, 9-21). Axelsen mengaku sangat senang bisa kembali mengalahkan Ginting di tengah tekanan penonton. Sebelumnya, dia menang atas Ginting di Indonesia Masters (21-15, 21-15).

Sementara itu, Ginting menuturkan, sejak awal hingga game kedua, laga berlangsung ketat. ’’Di set kedua kelihatan di poin-poin interval fokusnya hilang. Coba sebisa mungkin nge-push dia terus. Dari permainan, banyak bola-bola yang tanggung juga,’’ beber Ginting pasca pertandingan.

Hanya, pada set ketiga, pemain kelahiran Cimahi tersebut menyayangkan belum bisa menyeimbangkan lawan yang dianggapnya kembali ke permainan semula.

Sejauh ini, Axelsen begitu dominan. Sejak juara Olimpiade Tokyo 2020, permainannya begitu konsisten. Ginting menilai, di antara tunggal putra lainnya, Axelsen paling bagus dari sisi postur.

’’Dari situ dia manfaatkan dengan baik. Dari cara bermain dan meningkatkan fisik juga membantu. Kelihatan dari babak pertama hingga final. Mungkin bisa kita lihat dia tidak banyak buang energi. Tidak sama kita-kita (pebulu tangkis lain) berjuang banget untuk menang,’’ ucapnya.

Namun, bukan berarti Axelsen tanpa kelemahan. Ginting memastikan dirinya bakal mencoba dan mencari celah. ’’Yang pasti, semua pemain ada masanya,’’ ucapnya.

Pelatih tunggal putra Irwansyah menambahkan, dari pandangannya, Ginting sudah bermain maksimal. ’’Di set ketiga sedikit terpancing sama Axelsen dan angin ya. Nyerang banyak out. Dari semuanya, Ginting bermain sangat bagus. Saya sebagai pelatih bangga banget melihat dia. Ada masanya Ginting tembus permainan terbaik,’’ ujarnya.

Menurut Irwansyah, secara strategi sudah direncanakan semua. Tapi, Axelsen juga sedang on fire. ’’Dan, yang dibilang Ginting nanti bakal bisa nembusnya. Dari strategi sudah bagus. Di lapangan ada angin dan situasi juga. Ke depannya insya Allah bisa,’’ harapnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c17/bas

Saksikan video menarik berikut ini: