alexametrics
Indonesia Masters 2020

Tanganku Sempat Gemetar, Crowd Istora Betul-Betul Menakutkan

18 Januari 2020, 11:31:13 WIB

JawaPos.com-Perempat final Indonesia Masters 2020 menjadi ajang unjuk gigi para pemain Eropa. Mereka tampil istimewa, memberikan kejutan, dan lolos ke semifinal.

Ada dua ganda Benua Biru yang berhasil mencapai babak empat besar pertama dalam turnamen sekelas mininal Super 500. Yakni ganda campuran asal Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue dan ganda putri dari Denmark Sara Thygesen/Maiken Fruergaard.

Gicquel/Delrue sukses mengalahkan ganda terbaik Indonesia yang merupakan unggulan kelima turnamen Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, 21-19, 14-21, 21-18.

”Sangat luar biasa bisa menang di sini. Kami bermain dengan penuh tekanan dari suporter Indonesia. Mereka meneriaki kami tanpa henti. Kami sangat senang bisa menang dan tetap fokus dengan pola permainan sampai akhir,” kata Gicquel.

”Tanganku sempat gemetar saat beberapa kali melakukan servis. Crowd Istora betul-betul menakutkan. Tapi kami bersyukur bisa mengatasi itu semua,” tambah Delrue.

Sementara Thygesen/Fruergaard mengeliminasi ganda Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai dalam dua game langsung 21-15 22-20.

Pada semifinal hari ini, Thygesen/Fruergaard akan menghadapi tantangan sangat berat, melawan unggulan keempat yang merupakan peraih emas Olimpiade Rio 2016, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Pertandingan antara Thygesen/Fruergaard melawan Supajirakul/Taerattanachai berlangsung dengan sangat intens. Pada game kedua, Thygesen/Fruergaard sempat unggul 20-18. Namun, Supajirakul/Taerattanachai berhasil selamat dari dua match point untuk menyamakan kedudukan.

Pertandingan berlanjut sampai deuce. Tetapi ganda putri nomor 30 dunia itu mampu mencetak dua angka beruntun untuk memenangkan pertandingan.

”Hasil ini sangat berarti bagi kami, sebab kami sudah berada dalam beberapa perempat final. Saya kira ini lebih pada urusan mental. Kami selalu bernafsu. Tetapi sekarang kami lebih tenang,” kata Thygesen seperti dilansir situs resmi BWF.

”Rasanya luar biasa, sebab kami sukses menjalankan rencana kami. Kami sendiri merasa lebih berani. Awalnya, dalam beberapa pertandingan sebelumnya, kami takut dan hanya mencoba bermain safe. Namun, di sini kami lebih berani dan mencoba untuk membuat gerakan sebelum lawan melakukannya,” imbuh pemain berusia 28 tahun itu.

Pemain Eropa lain yang melaju ke semifinal adalah dua tunggal Denmark, Viktor Axelsen dan juara bertahan Anders Antonsen.

Axelsen mengalahkan pemain Tiongkok yang merangkak sejak fase kualifikasi Zhao Junpeng. Sedangkan Antonsen menyingkirkan unggulan keenam dan andalan tuan rumah Jonatan Christie dengan skor 21-14, 10-21, dan 21-12.

Axelsen dan Antonsen bisa saja membuat final sesama Denmark pada Indonesia Masters 2020.

Di semifinal, Axelsen yang berada di pul atas akan melawan tunggal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting. Sedangkan Antonsen menantang juara Hongkong Open 2019 yang juga berasal dari Hongkong, Lee Cheuk Yiu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Banu Adikara


Close Ads