alexametrics
Indonesia Masters 2020

Kalah Versus Greys/Apri, Ganda No 1 Korea: Crowd Istora Buat Kami Down

18 Januari 2020, 19:56:59 WIB

JawaPos.com-Greysia Polii/Apriyani Rahayu akhirnya berhasil menembus final sebuah turnamen BWF World Tour. Ini adalah partai puncak pertama, sejak mereka menjadi juara India Open, Maret tahun lalu.

Greysia/Apriyani melesat ke final Indonesia Masters 2020 dengan mengalahkan ganda nomor empat dunia asal Korea Selatan Kim So-yeong/Kong Hee-yong dengan skor nyaman 21-19, 21-15.

Kemenangan ini adalah angin segar. Sebab, dalam dua pertemuan sebelumnya, Greysia/Apriyani selalu kalah melawan ganda nomor satu Korea Selatan itu.

Pada pertandingan hari ini (18/1), Greysia/Apriyani memang tampil sangat dahsyat.

Serangan tajam dan power besar Kim/Kong mampu mereka patahkan. Ganda nomor delapan dunia itu tampil agresif dan tidak memberikan kesempatan pada lawannya untuk berkembang.

Khusus Apriyani, dia memang bermain sangat luar biasa. Cegatan-cegatannya tidak cuma efisien menghasilan poin demi poin. Namun juga berhasil memutus alur serangan Kim/Kong.

Di game pertama, Greysia/Apriyani tidak pernah tersusul dalam perolehan angka. Game kedua, berlangsung lebih intens. Laga seru terjadi sampai posisi 12-12. Setelah itu, Greys/Apri melesat dan tidak terkejar sampai akhir pertandingan.

“Dari awal kami sudah mereview video pertandingan, sudah siapin pola di lapangan. Kami sudah terapkan itu dan harus confident dan bisa jaga momen. Yang paling susah itu jaga momen, sudah leading, lalu hilang. Kami belajar dari situ,” kata Apriyani dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Kami cuma berpikir, please, bola ke mana saja, kejar dulu, tapi tetap konntrol. Harus dapat poin dulu, walau kaki sudah panas dan mata berkunang-kunang, tapi kami pikir, mereka kan juga capek,” tambah Greysia.

Sementara itu ditemui di tempat terpisah, Kim So-yeong memuji Apriyani yang bermain sangat bagus hari ini.

”Ini kekalahan pertama kami dari Greys/Apri. Apri tidak hanya mampu melakukan cover lapangan. Namun, kontrol dan pukulannya juga bagus sekali hari ini,” kata pemain berusia 27 tahun itu dalam bahasa Inggris kepada Jawa Pos.

Crowd di Istora juga sangat berisik. Kami tidak bisa dengar apa-apa. Bahkan komunikasi di lapangan pun kami tidak bisa. Hal ini akhirnya buat kami jadi down,” tambahnya.

Pada babak final, Greysia/Apriyani akan menghadapi sensasi asal Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen. Pada partai semifinal kedua, mereka mengalahkan peraih emas Olimpiade Rio 2016 asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dalam dua game langsung 22-20, 22-20.

“Kami hanya memikirkan performa kami. Pelatih bilang performa kami yang harus ditingkatkan, bukan hasil. Kalau berkaca tahun lalu, naik-drop, naik-jatuh lagi, bagaimana caranya udah di level ini, harus diteruskan,” tegas Greysia.

Indonesia total memiliki empat wakil di final Indonesia Masters 2020. Selain Greysia/Apriyani, ada juga tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Plus dua ganda putra terbaik dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan versus Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Banu Adikara


Close Ads