alexametrics

Perjuangan Sesungguhnya Kontingen Indonesia Dimulai Hari Ini

Denmark Open 2019
17 Oktober 2019, 16:12:27 WIB

JawaPos.com – Laga babak pertama Denmark Open 2019 rasa-rasanya terlalu mudah bagi beberapa pemain Indonesia. Misalnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Shesar Hiren Rhustavito, serta Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Juga untuk tiga ganda putra elite dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto.

Mereka menang straight game kemarin. Namun, di babak kedua hari ini, kondisi berbalik tajam. Tiga wakil yang disebut pertama itu, langsung berhadapan dengan lawan superberat.

Misalnya, Vito –sapaan Shesar. Setelah menang nyaman atas Ng Ka Long Angus kemarin, dia harus berhadapan dengan unggulan kedua Chou Tien-chen. Hafiz/Gloria setali tiga uang. Tadi malam mereka menyingkirkan wakil Kanada Joshua Hurlburt-Yu/Josephine Wu. Di babak 16 besar, mereka dinanti pasangan Tiongkok yang nyaris tidak ada obatnya: Wang Yilyu/Huang Dongping.

Bakal menghadapi pemain nomor dua dunia, Vito mengaku tidak panik. Dia akan menggunakan senjata yang sama seperti saat menghadapi Ng Ka Long. Yakni, belajar dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Sebelum ini, Vito tidak pernah menang atas pemain Hongkong itu.

Dengan Chou, rekornya sama saja. Tahun ini dua kali dia bertemu bintang Taiwan tersebut. Dua kali kalah juga. Jika belajar sebaik kemarin, Vito tetap punya peluang menang. ’’Saya harus lebih siap. Karena strategi saya hari ini (kemarin, Red) berjalan baik,’’ jelas Vito seperti dikutip dari siaran pers PP PBSI.

’’Yang penting saya harus maksimal dan bisa mengeluarkan semua hasil latihan selama ini. Masalah hasil itu nomor dua. Yang penting saya mau all-out dulu,’’ lanjut pemain yang awal tahun ini masih berkutat di peringkat ke-57 dunia itu.

Di sisi lain, kondisi yang unik dialami Greysia/Apriyani. Sebagai unggulan kelima, pertemuan dengan Chang Ye-na/Kim Hye-rin asal Korea semestinya tidak perlu bikin pusing. Sang calon lawan bukan jajaran 10 besar. Chang/Kim kini menempati peringkat ke-33. Namun, rekor head-to-head sungguh tidak bikin tenang.

Dalam satu-satunya perjumpaan, tepatnya di perempat final Thailand Open Agustus lalu, Greysia/Apriyani kalah rubber game. Peraih perunggu Kejuaraan Dunia 2019 itu sudah di atas angin dengan menang mudah 21-9 pada game pertama. Eh, Chang/Kim malah mampu membalik keadaan dengan merebut kemenangan di dua game selanjutnya.

Hasil itu mencerminkan kondisi Greysia/Apriyani saat ini. Tren permainan mereka semakin tidak stabil. Peringkat mereka turun lagi, dari 5 ke 6. Dulu hanya pasangan Jepang yang mampu menghentikan mereka. Sekarang tidak lagi. Ganda putri Korea menjadi ancaman baru. Tahun ini, selain Chang/Kim, Greysia/Apriyani bertekuk lutut kepada Kim So-yeong/Kong He-yong.

’’Persiapannya lebih ke diri kami sendiri aja. Perbaiki individu masing-masing dan perbaiki permainan kami sebagai pasangan,’’ jelas Greysia. ’’Kami mau fokus ke situ dulu. Soal hasil nanti mengikuti,’’ lanjut dia.

Chang/Kim adalah pasangan yang sangat ulet. Jika dibandingkan dengan pemain Jepang, tipikal permainan mereka lebih eksplosif dan agresif. Mengandalkan kombinasi serangan cepat dan gebukan keras.

Head-To-Head

Shesar H. Rhustavito Indonesia vs Chou Tien-chen Taiwan

25 usia 29

26 peringkat 2

0 H2H 2

Pertemuan Terakhir: Perempat final Korea Open (27/9) Vito KALAH 18-21, 9-21

Greysia/Apriyani Indonesia vs Chang Ye-na/Kim Hye-rin Korea

32/21 usia 29/24

6 peringkat 33

0 H2H 1

Pertemuan Terakhir: Perempat final Thailand Open (2/8) Greysia/Apriyani KALAH 21-9, 21-23, 19-21

Hafiz/Gloria Indonesia vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping Tiongkok

25/25 usia 24/24

9 peringkat 2

0 H2H 2

Pertemuan Terakhir: Semifinal India Open (30/3) Hafiz/Gloria KALAH 13-21, 16-21

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c19/na



Close Ads