alexametrics

Menuju Banyuwangi Untuk Berburu Tiket Lolos Olimpiade Tokyo 2020

17 Februari 2020, 11:06:42 WIB

JawaPos.com – Belum ada peningkatan prestasi yang diraih para rider Indonesia dalam Jakarta International BMX 2020 seri kedua kemarin (16/2).

Meloloskan tiga wakil ke final, lagi-lagi tak ada satu pun pembalap kita yang naik podium. Event yang digelar di Sirkuit BMX Pulomas, Jakarta, tersebut dikuasai para rider asing.

Jefferson Milano asal Venezuela berhasil masuk finis paling cepat. Dia diikuti James Palmer asal Kanada dan rider Latvia Filips Rozitis di posisi ketiga. Sementara itu, rider Indonesia Toni Syarifudin berada di peringkat keenam. Diikuti berturut-turut oleh I Gusti Bagus Saputra dan Yussi Wakhidur Rizal. Sedangkan Rio Akbar hanya mencapai babak semifinal.

Toni mengungkapkan, dirinya bermasalah sejak memulai lomba. ’’Saat start memang sudah agak kepepet sama (pembalap) Latvia,” katanya kemarin. ’’Masih ada peningkatan daripada seri pertama kemarin (Sabtu lalu, Red). Tapi, segi teknik memang harus banyak diperbaiki. Yang pasti target tiga orang masuk final sudah sesuai,’’ papar Toni.

Sebagaimana diberitakan, kejuaraan tersebut merupakan salah satu event kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Para rider berupaya mengumpulkan nation point agar mendapat kuota tampil. Nah, berhubung target poin yang diinginkan belum tercapai (butuh 1.300 poin untuk menembus 12 besar dunia), timnas BMX Indonesia mengincar event lain.

April mendatang, ada Banyuwangi International BMX yang digelar di Sirkuit Muncar, Banyuwangi. Kategori balapannya lebih tinggi dan poin yang disediakan juga lebih banyak. Karena itu, timnas bakal boyongan berlatih di sana. Rencananya, awal Maret nanti, Toni dkk mulai berlatih di Banyuwangi.

Toni mengatakan, hal itu dilakukan agar persiapan mereka lebih matang. Sebab, karakteristik sirkuitnya berbeda. Berkaca dari hasil kamarin, mereka memang perlu banyak perbaikan dari segi teknik dan memperbanyak jam terbang.

’’Trek di Banyuwangi lebih banyak jump. Sementara di Jakarta lebih banyak pedaling-nya. Jadi, lane 1 dan lane 2 kami gowes terus. Untuk di Banyuwangi, gowes dikit, langsung jumping,’’ ulas Toni.

Pelatih timnas Dadang Haries Poernomo mengakui performa anak buahnya kurang maksimal. Masih sulit bersaing dengan para rider asing. ’’Dengan dua pembalap nasional kami di posisi keenam dan ketujuh, kami kembali meraih kurang 65 nation point. Tinggal lihat hasil tiga bulan ke depan, ada balapan C1 dan hors class di Banyuwangi,’’ kata Dadang.

Dia berharap, dengan persiapan yang lebih matang, bisa meraih hasil yang lebih baik. ’’Jadi, kami lebih lama di Banyuwangi. Saya rasa anak-anak lebih punya waktu adaptasi lebih lama untuk bisa menguasai trek di sana. Sirkuit Muncar lebih teknikal daripada di Jakarta ini,’’ ujarnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c17/na



Close Ads