alexametrics
Badminton Asia Team Championships 2020

Jika Ingin Merebut Piala Thomas, Problem Sektor Tunggal Harus Diatasi

17 Februari 2020, 11:50:55 WIB

JawaPos.com– Gelar ketiga beruntun dari ajang Badminton Asia Team Championships (kejuaraan Asia beregu atau BATC) 2020 yang diidam-idamkan tim putra Indonesia terwujud.

Di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, kemarin (16/2), Anthony Sinisuka Ginting dkk mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

Indonesia merebut poin dari sektor tunggal pertama dan dua ganda. Hanya kecolongan di tunggal kedua, Jonatan Christie. Selebihnya, Anthony, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan bahkan ganda dadakan Mohammad Ahsan/Fajar Alfian menyumbangkan kemenangan.

Di podium, seluruh tim mengacungkan tiga jari sebagai tanda keberhasilan merebut hat-trick juara.

Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti memuji penampilan Anthony dkk. ’’Luar biasa, hari ini (kemarin, Red) semua lebih siap dibandingkan saat semifinal,’’ kata Susy sebagaimana dikutip dari siaran pers PP PBSI.

’’Hari ini (kemarin, Red) lebih yakin karena di SEA Games 2019 kan menang juga dari Malaysia. Saya lihat pelatih dan pemain keyakinannya lebih besar,’’ paparnya.

Tim Indonesia boleh saja bergembira kemarin. Namun, semestinya mereka tidak terlarut dengan gelar BATC 2020. Sebab, ada target lebih besar yang harus mereka bidik. Yakni, Piala Thomas 2020. Turnamen itu bakal berlangsung di Aarhus, Denmark, pada 16–24 Mei.

Dengan penampilan di BATC, mampukah lambang supremasi beregu itu kita dapatkan?

Faktanya, meski selalu juara di BATC, Indonesia gagal meneruskan prestasi itu di Piala Thomas. Pada 2016, Indonesia dikalahkan Denmark di final. Pada edisi 2018, Anthony dkk sudah tumbang di semifinal. Yang menjegal kita adalah Tiongkok. Lawan yang dikalahkan pada final BATC 2018. Artinya, juara BATC tidak bisa jadi ukuran apa-apa.

Sektor tunggal menjadi sorotan di semifinal dan final BATC 2020. Lebih spesifik lagi, Jonatan. Kemarin, dia kembali kalah oleh pemain yang peringkatnya sangat jauh di bawah dia. Yakni, Cheam June Wei. Diharapkan bisa menjadi pengunci kemenangan, Jonatan menyerah 16-21, 21-17, 22-24 kepada pemain nomor 72 dunia tersebut.

Kekalahan itu sangat dramatis. Pada game ketiga, Jonatan sudah mencapai match point. Setelah adu drive, pukulan Jonatan dinyatakan masuk. Eh, Cheam minta challenge. Ternyata out. Memasuki setting point, pemain 22 tahun itu malah kalah mental.

’’Sebenarnya sempat sedikit kurang percaya diri dari awal. Dari kemarin merasa tidak bermain seperti biasa,’’ ungkap Jonatan. ’’Cukup bingung menerapkan strategi. Saat ingin menyerang, terburu-buru mau matiin, malah mati sendiri. Malah sebaliknya, dia (Cheam, Red) hanya colek saja, dicepetin, tidak pakai power, tapi cukup tepat digunakan,’’ curhatnya.

Ini kali ketiga Jonatan kalah sepanjang BATC 2020. Sebelumnya, di fase grup, dia kalah oleh Son Wan-ho (Korea Selatan). Lalu, di semifinal, dia takluk kepada Lakshya Sen (India). Ditambah performa Shesar Hiren Rhustavito yang belum stabil, kans kita merebut Piala Thomas dipertanyakan.

’’Jonatan sudah berusaha, tapi di akhir dia kurang beruntung,’’ kata Susy. Untuk Piala Thomas, pihaknya sangat percaya diri dengan sektor ganda. Ada tiga pasangan ganda yang sangat bisa diharapkan. Namun, memang sektor tunggal masih jadi pekerjaan rumah.

’’Untuk tim tunggal memang harus lebih mempersiapkan diri. Belum konsisten,’’ sebut Susy. ’’Anthony tampil baik, tapi Jonatan dan Shesar (Hiren Rhustavito) belum stabil,’’ lanjutnya.

Susy berharap, dalam dua bulan ke depan, masalah di sektor tunggal bisa diatasi.

Dari BATC Ke Piala Thomas

2016

Jepang vs Indonesia

2-3

Piala Thomas –> Final

Indonesia vs Denmark

2-3

2018

Tiongkok vs Indonesia

1-3

Piala Thomas → Semifinal

Tiongkok vs Indonesia

3-1

2020

Indonesia vs Malaysia

3-1

Piala Thomas → ?

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c17/na



Close Ads