alexametrics

Menilik Peluang Industri E-Sports di Tanah Air pada 2022

17 Januari 2022, 12:13:28 WIB

JawaPos.com – E-Sports semakin berkibar Tanah Air. Selain pertumbuhan atletnya yang sangat pesat, ekosistem lainnya juga demikian mulai dari kompetisinya yang mulai intens digelar, pembinaannya yang mulai diseriusi sampai pemerintah yang juga mulai menyadari besarnya potensi olah raga elektronik ini.

Tahun berganti, performa industri dan ekosistem e-sports di Tanah Air terus terlihat perkembangannya. Untuk tahun 2022 ini, industri e-sports di Indonesia diprediksi akan mencapai puncak kegemilangannya.

Melalui webinar bertajuk ‘E-Sports: Potret Kondisi dan Prediksi Trend di 2022’ yang membahas proyeksi dan trend e-sports di 2022 secara mendalam, perubahan gaya hidup dan kebiasaan masyarakat akibat pandemi yang berlangsung hampir dua tahun ini memberikan berbagai perubahan yang menjadi peluang sekaligus ancaman bagi berbagai industri, tak terkecuali e-sports.

Ricky Setiawan selaku Founder & Chief Executive Officer GGWP.ID menjelaskan, per November 2021, pertumbuhan jumlah gamers sejak tahun 2016 hingga 2020 meningkat secara drastis, salah satunya karena dirilisnya game mobile seperti Mobile Legends (2016), Free Fire (2017), dan PUBG Mobile (2018).

Sebuah studi yang dilakukan Vero dan Decision Lab baru-baru ini juga mencatat jumlah stakeholder industri e-sports di Indonesia mencapai 52 juta orang, baik sebagai pemain, pelatih, analis, dan sebagainya. Jumlah ini tentunya diprediksi akan terus bertambah di kemudian hari.

Hingga 2021, genre game e-sports yang masih digemari di Indonesia adalah MOBA atau Multiplayer Online Battle dan game survival dengan total 54 persen market share diperoleh oleh Mobile Legends dan 25 persen diraih oleh Free Fire. Namun, hal ini tak menutup peluang akan masuk dan berkembangnya game-game dengan genre lainnya di tahun 2022.

“Generasi yang lebih tua akan mulai bermain game e-sports. Peluang untuk genre alternatif selain MOBA dan game survival untuk berkembang akan semakin besar. Selain itu, game esports untuk pasar gamer perempuan memiliki prospek yang sangat baik memasuki tahun-tahun yang akan datang,” terang Ricky.

Demikian pula Irliansyah Wijanarko selaku Co-Founder & Chief Growth Officer RevivaLTV, dirinya mendukung pernyataan Ricky tentang pertumbuhan industri dan pasar e-sports. Menurutnya, kegiatan yang berkaitan dengan industri gaming dan e-sports kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Di 2022, Irliansyah memprediksi industri e-sports akan menjadi bagian dari gaya hidup, tidak hanya para penggemar game, tetapi juga masyarakat secara umum. Jika anak-anak kelahiran tahun 90-an tumbuh bersama tayangan kartun televisi di Minggu pagi, atau game konsol dan PC dengan fitur yang masih terbatas, generasi kelahiran 2000-an tumbuh dengan gadget dan smartphone di tangan mereka.

Difasilitasi teknologi, e-sports dan game online tumbuh beriringan bersama generasi muda saat ini, sehingga kegiatan bermain game yang semula hanya dilakukan untuk hiburan dan melepas penat, kini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan karir yang menjanjikan.

“Di tahun 2022 ini, E-Sports akan banyak merambah ke bagian dari lifestyle. Tidak hanya soal kompetisi, tapi juga menyentuh lifestyle para gamers. Barang-barang seperti merchandise, smartphone dengan fitur yang mendukung kegiatan bermain game, outfit yang mirip dengan para gamers idola, akan menjadi produk yang laku di 2022,” tandas Irliansyah.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads