alexametrics
In Memoriam Johan Wahyudi

Legenda Besar, Penguasa All England Enam Kali Yang Suka Bagi Ilmu

16 November 2019, 20:40:48 WIB

JawaPos.com-Bulu tangkis Indonesia kehilangan sosok legenda. Johan Wahyudi, mantan bintang ganda putra, tutup usia.

Jauh sebelum Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo merajai persaingan di ganda putra dunia, Indonesia pernah punya ’’monster’’ yang tak kalah ganasnya. Mereka adalah Tjun Tjun/Johan Wahyudi. Mereka adalah wakil pertama Indonesia yang merebut gelar juara dunia (pada Kejuaraan Dunia edisi pertama 1977 di Malmo, Swedia). Mereka juga menjuarai All England enam kali. Benar-benar terbaik pada zamannya. Sangat kuat. Amat susah dikalahkan.

Kemarin Johan meninggal sekitar pukul 13.00 WIB. Pria 66 tahun itu menderita demam berdarah. Danny Hari-janto, sahabat dekat Johan, mengatakan bahwa pria yang kini menjadi pengusaha itu masuk rumah sakit Selasa lalu. Kondisinya memburuk pada Kamis dan masuk ICU.

Setelah itu, nyawa Johan tidak tertolong. ’’Trombositnya menurun drastis dan ada komplikasi jantung,’’ ungkap Danny ketika dihubungi kemarin. Rencananya, Johan akan dimakamkan Senin atau Selasa di Malang.

Danny menuturkan, semasa hidup Johan dikenal sebagai sosok yang baik dan penolong. ’’Untuk kami yang lebih muda, beliau menjadi pembimbing. Beliau juga sering memberikan pelatihan bulu tangkis secara gratis,’’ ung-kapnya. ’’Saya dengar beliau juga bekerja sama dengan Pemkot Malang untuk memberikan pelatihan kepada bibit-bibit muda. Menjadi penasihat sekolah bulu tangkis,’’ tambahnya.

Johan lahir di Malang pada 10 Februari 1953 dengan nama Johanes Wahyudi. Sebagai anak Mangku Prayitno, seorang pemain top Jawa Timur, dia dikenalkan dengan bulu tangkis sejak usia 4 tahun. Mangku sendiri yang menggembleng Johan. Pada usia 13 tahun, dia bergabung dengan dua klub sekaligus. Yakni, Gajah Putih Malang serta Rajawali Surabaya. Johan berlatih di Kota Pahlawan setiap akhir pekan.

Setelah lulus SMA pada 1971, Johan full berlatih di Rajawali. Klub yang juga melahirkan Rudy Hartono, sang juara All England delapan kali. Dia mulai sering mengikuti kejuaraan. Termasuk Wahono Cup, semacam kejurnas top saat itu. Pada 1972, dia dipanggil untuk mengikuti training center alias pelatnas.

Bersama Tjun Tjun, Johan meraih 12 gelar turnamen terbuka (semacam super series) plus juara dunia. Di All England, rekornya adalah enam kali juara dan dua kali runner-up. Setelah menjuarai All England kali keenam, pada 1978, Johan ditanya jurnalis soal kehidupan mereka sebagai pemain bulu tangkis. Johan bilang, kehidupan mereka sulit.

’’Mau nikah, rumah saja tidak punya,’’ curhat Johan kala itu, yang dimuat sebuah surat kabar.

Gara-gara pengakuan itu, Johan disidang oleh seorang pejabat Orde Baru yang mengurus olahraga. Setelah gagal mempertahankan gelar All England pada 1981, dia dan Tjun Tjun mundur dari pelatnas setahun kemudian. Keduanya kompak tak lagi aktif di dunia bulu tangkis nasional. Selamat jalan, Johan.

PRESTASI JOHAN WAHYUDI

1 Juara Dunia (1977)

1 Asian Games (1974)

1 Singapore Open (1972)

3 Denmark Open (1972, 1973, 1974)

6 All England (1974, 1975, 1977, 1978, 1979, 1980)

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c4/na



Close Ads