alexametrics
Hongkong Open 2019

Gagal Menembus Partai Final, Jonatan: Ginting Memang Lebih Berani

16 November 2019, 22:36:45 WIB

JawaPos.com-Semifinal tunggal putra dari pool bawah Hongkong Open 2019 mempertemukan dua pemain terbaik Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. Kedua pemain menunjukkan kelasnya sebagai pebulu tangkis level dunia. Lewat pertarungan seru yang berlangsung dalam tiga game, Ginting menang dengan skor 22-20, 13-21, 21-18.

Ginting berhak mendapatkan tiket final Hongkong Open setelah bertarung secara intens selama 1 jam dan 21 menit.

Pada game pertama, Ginting mampu melesat jauh dan unggul 11-1. Namun ternyata, Jonatan belum habis. Setelah berusaha dengan keras, dia berhasil memaksa kedudukan imbang 18-18, 19-19, dan 20-20.

Namun dalam situasi genting, Ginting berhasil mengambil game pembuka dengan mencetak dua angka secara beruntun.

Pada game kedua, giliran Jonatan yang langsung memimpin jauh. Dia leading sampai 6-0. Ginting sempat memperpendek jarak menjadi 5-6. Namun Jonatan kembali memperlebar kedudukan menjadi 15-9 dan tak terkejar sampai berakhirnya game kedua.

Pertandingan semakin seru pada game terakhir. Jonatan bisa unggul jauh 13-7. Tetapi, kali ini, giliran Ginting yang bangkit. Pemain ranking delapan dunia itu sukses menyamakan kedudukan menjadi 17-17 dan lalu mengunci poin Jonatan menjadi hanya mentok di angka 18 saja.

Final Hongkong Open ini adalah partai puncak keempat Ginting sepanjang 2019. Dalam tiga final lainnya yakni di China Open, Australian Open, dan Singapore Open, Ginting selalu kalah.

Dua kekalahan di China dan Singapore dia telan dari pemain nomor satu dunia Kento Momota. Sedangkan di final Australia, Ginting ditekuk Jonatan.

“Di akhir permainan, Anthony memang lebih berani, saya sudah mengeluarkan yang terbaik. Saya harus banyak belajar lagi, tadi salah di keputusan terakhir. Pemain top 10 itu kalau ketemu, faktor menangnya juga tergantung keberanian di lapangan, tadi saya akui memang Anthony lebih berani,” kata Jonatan, pemain ranking enam dunia, dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Secara terpisah, Ginting mengakui bahwa dia memang lebih banyak mengambil inisiatif untuk menyerang. Terutama pada akhir game penentuan. Ini menjadi salah satu kunci kemenangannya malam ini.

“Saya selalu berpikir walaupun skornya ketat, fokus jangan sampai hilang. Kunci kemenangan saya itu setelah interval game ketiga, saya coba terapkan kontrol balik serang. Memang lebih agresif mainnya,” kata pemain berusia 23 tahun itu.

“Dari cara main memang berubah. Di awal permainan kan saya mengikuti mainnya Jojo, memang kami sama-sama nggak bisa mematikan. Pada game ketiga saya lebih nekat menyerang. Hasilnya tembus atau tidak yang penting berani dulu di akhir-akhir game itu,” ungkap Ginting.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads