alexametrics

Timnas Spanyol Memang Berjodoh dengan Tanah Asia

Dua Final, Dua Kali Juara
16 September 2019, 16:43:55 WIB

JawaPos.com-Dengan postur tubuh yang lebih tebal di barisan paint area, Spanyol membuat Argentina tak berkutik. Kemarin malam La Roja-julukan Spanyol, akhirnya memastikan gelar kedua mereka pada ajang Piala Dunia FIBA.

Mereka menekuk Argentina dengan margin lebar 20 poin 95-75 pada final yang berlangsung di Wukesong Arena, Beijing.

Ini menjadi gelar kedua Spanyol dari dua kali tampil di partai puncak. Trofi pertama mereka raih 13 tahun silam di Jepang pada edisi 2006. Artinya, dua gelar FIBA World Cup Spanyol semuanya lahir dari tanah Asia.

Barisan big man Spanyol antara lain Marc Gasol, Pierre Oriola, maupun dua bersaudara Hernangomez yakni Willy dan Juancho membuat sinar Argentina benar-benar redup. Solidnya pertahanan yang mereka bangun menjadikan tim asuhan Sergio Hernandez tersebut kebingungan dari mana harus membuat poin.

”Kami bermain sangat baik sebagai sebuah tim,” ucap head coach Spanyol Sergio Scariolo dilansir situs FIBA. ”Itu karena semua pemain ingin berkontribusi maksimal untuk meraih gelar ini,” tambahnya.

Pemain Spanyol dari tim Phoenix Suns Ricky Rubio menjadi MVP FIBA World Cup 2019. (Jesse D. Garrabrant/NBAE via Getty Images/AFP)

Poin under basket Argentina mandek akibat menara-menara tebal Spanyol tersebut. Rebound mereka bahkan jauh di bawah Spanyol mencapai 27-47. Makin runyam karena akurasi tembakan Argentina juga sedang buruk.

Center Argentina Luis Scola yang sepanjang turnamen ini membuat raihan 19,3 point per game di final ini malah anti klimaks. Pemain veteran 39 tahun itu hanya mampu melesakkan delapan poin. Pemain Argentina dari Real Madrid Gabriel Deck yang tampil lebih lumayan dengan mengemas 24 poin.

Point guard utama Argentina Facundo Campazzo masih sangat lincah. Tusukan- tusukannya beberapa kali membuat Spanyol goyah. Namun, tanpa dukungan pemain lain, Campazzo tidak bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan.

”Mereka memang bermain jauh lebih baik,” ucap Sergio Hernandez, head coach Argentina. ”Tapi saya tetap bangga kepada timku. Kami telah bermain luar biasa sepanjang dua pekan ini,” imbuhnya sebagaimana dilansir situs resmi FIBA.

Luis Scola gagal mengantarkan Argentina mengalahkan Spanyol pada final Piala Dunia FIBA 2019. (Jesse D. Garrabrant/NBAE via Getty Images/AFP)

Duo point guard Spanyol Ricky Rubio dan Sergio Llull sukses mempermainkan tempo laga. Itu membuat Scola dkk yang memiliki keunggulan dalam permainan cepat seperti kehilangan arah.

Rubio juga menjadi pencetak poin terbanyak Spanyol dengan mencetak 20 angka. Permainan apiknya sepanjang turnamen ini membuat pemain yang baru akan bermain untuk Phoenix Suns tersebut akhirnya juga ditahbiskan sebagai MVP turnamen.

Namun, yang juga menjadi perhatian adalah Gasol. Gelar ini membuat adik kandung Pau Gasol itu mengangkat trofi untuk kali kedua tahun ini. Juni lalu dia juga sukses membawa Toronto Raptors menjadi juara NBA.

Hanya ada satu pemain lain yang bisa membuat raihan seperti Gasol. Dia adalah Lamar Odom pada 2010 silam. Saat itu, Odom ikut andil mengantarkan Los Angeles Lakers juara NBA. Lalu, bersama Team USA dia juga masuk dalam tim yang menjadi juara Piala Dunia FIBA edisi ke-16 di Turki.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : I'ied R, Rifadin



Close Ads