alexametrics

Ferrari Mengaku Bahwa Mereka Bukan Tim Nomor Dua di F1 Saat Ini

16 Juli 2019, 16:00:42 WIB

JawaPos.com-Menakar hasil balapan Formula 1 di beberapa seri terakhir, banyak pihak yang mulai percaya bahwa tim terkuat kedua saat ini bukanlah Ferrari, melainkan Red Bull-Honda. Ternyata, hal itu juga dirasakan oleh Ferrari. Mattia Binotto, team principal skuad Kuda Jingkrak, mulai waswas karena perkembangan RB15, mobil Red Bull, begitu agresif.

Ferrari boleh saja mencuri podium ketiga di GP Inggris Minggu lalu (14/7). Tetapi, jika menilik perjalanan race, Red Bull-lah yang sejatinya berpeluang lebih besar. Andai saja insiden ditabraknya mobil jagoan Red Bull-Honda Max Verstappen oleh Sebastian Vettel (Ferrari) tidak terjadi, sudah hampir pasti pembalap Belanda itulah yang berdiri di podium ketiga.

Situasi tersebut memperlihatkan kecepatan mobil Red Bull yang semakin kompetitif menghadapi Ferrari. Sebelumnya, Verstappen juga menggeber mobilnya begitu hebat saat mengalahkan Leclerc di GP Austria. Team principal Ferrari Mattia Binotto tidak menampik perkembangan Red Bull dalam dua balapan terakhir di Austria dan Inggris.

Saya pikir, paket mobil kami dan mereka (Red Bull) sudah sangat dekat. Dan saya pikir dua balapan terakhir memperlihatkan persaingan itu, ucap Binotto seperti dikutip Crash. Kekuatan downforce Red Bull memberi mereka keuntungan saat melahap tikungan. Sedangkan Ferrari masih mengandalkan power di lintasan lurus.

Kami berharap hasil yang lebih baik dalam balapan hari ini (Minggu, tetapi kecepatan kami tidak begitu bagus. Saya pikir, kami butuh banyak pengembangan, bebernya.

Saat ditanya tentang posisi Ferrari dan Red Bull dalam persaingan untuk memperebutkan posisi tim terbaik kedua setelah Mercedes, Binotto hanya menjawab diplomatis. Apakah kami atau mereka yang nomor 2, ya persaingannya masih sangat ketat, ucap dia.

Penderitaan Ferrari semakin bertambah setelah untuk kali pertama sepanjang musim ini Vettel gagal meraih poin. Itu terjadi setelah steward mengganjarnya dengan penalti 10 detik. Akibatnya, dia dihitung finis di posisi ke-15. Hasil tersebut cukup merugikan Ferrari dalam pengumpulan poin konstruktor dan tim.

Sementara itu, bos Red Bull-Honda Christian Horner mengaku kagum dengan ketangkasan Verstappen dalam mengendalikan mobil. Setelah ditabrak Vettel, mobilnya mengalami kerusakan cukup parah pada buritan. Finis di posisi kelima dengan kondisi mobil seperti itu rasanya luar biasa, puji dia seperti dilansir Motorsport.

Tetapi, tak bisa dimungkiri, Horner begitu kecewa dengan hasil balapan di Silverstone. Podium ketiga sudah ada di depan mata. Bahkan, jika tidak terjadi drama di awal lomba, kala mereka menemukan retakan di sayap belakang mobil Verstappen, finis di podium kedua bukan hal yang mustahil. Dia (Verstappen, Red) tampil sangat-sangat cepat sepanjang balapan. Ketika berada di posisi kedua (sebelum pit stop, Red), saya tidak yakin Valtteri (Bottas, Mercedes, Red) mampu mengejarnya, tandas Horner.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c11/cak



Close Ads