alexametrics

Pecco Bagnaia: Saatnya Menjadi Lebih Dewasa

16 Mei 2022, 15:19:16 WIB

JawaPos.com – Balapan MotoGP Prancis menjadi mimpi buruk yang haru ditelan bintang Ducati Francesco Bagnaia.

Terjatuh di lap 21 (dari 27 lap yang dilombakan) pembalap Italia tersebut kehilangan potensi mengantongi 20 atau bahkan 25 poin dari balapan tersebut.

Kini, dia sudah tertinggal 46 poin dari pemimpin klasemen Fabio Quartararo dalam persaingan perebutan gelar juara dunia 2022.

Pecco-sapaan akrab Bagnaia- mengakui bahwa kecelakaan tersebut adalah buah dari kesalahannya.

Namun, dia tetap belum memahami apa yang dia lakukan sehingga kehilangan cengkeraman ban belakang di antara tikungan 13-14.

Dugaan sementara, temperatur ban Bagnaia menurun tiba-tiba karena di tikungan 8 sebelumnya dia mengalami ban terkunci lalu melebar menuju gravel.

Saat kembali ke track, temperatur bannya belum mencapai ideal. Harus dipanasi dulu sebelum melakukan manuver agresif.

”Saat Bastianini menyalipku, aku memutuskan untuk melakukan strategi yang sama seperti yang aku lakukan di Aragon ketika bertarung dengan Marc (Marquez),” jelasnya

”Aku berusaha berada di depannya secepat mungkin. Tapi aku melakukan kesalahan di tikungan 8.”

”Aku mencoba untuk mengerem lebih keras, tapi ban depan malah terkunci hari ini (kemarin). Jadi aku memutuskan untuk lurus (memotong tikungan keluar lintasan),”

”Mungkin aku mengerem terlalu dalam. Lalu ketika kembali ke lintasan aku berpikir untuk tidak terlalu tertekan (dengan serangan Bastianini). Aku akan menyalipnya nanti, tidak dengan terburu-buru, tapi dengan konsistensi.”

Bagnaia memasang ban depan medium hanya beberapa menit sebelum balapan. Tidak seperti rekan setimnya Jack Miller yang menggunakan ban soft.

Tentu saja ban medium lebih lambat mendapatkan temperatur yang pas ketimbang soft.

”(Sebenarnya) aku nyaman dengan ban soft. Tapi hari ini (kemarin) temperatur udara sedikit lebih tinggi. Jadi kami memutuskan membalap dengan medium. Tapi aku rasa itu bukan penyebab dari kecelakaan itu.”

”Aku tidak tahu mengapa. Aku melibas tikungan 11 lebih lambat untuk sedikit memulihkan tenaga. Lalu ketika tiba di dua tikungan terakhir, aku terjatuh.”

”Aku sudah melihat data untuk mengetahui apa yang terjadi. Tapi sangat sulit untuk memahami. Aku marah pada diriku sendiri.”

”Sekarang saatnya untuk memahami apa yang terjadi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena dengan kesalahan ini aku pasti tidak bisa merebut juara dunia.”

”Jadi mungkin ini saatnya menjadi lebih dewasa,” ucapnya.

Race berikutnya adalah balapan kandang Bagnaia sekaligus Ducati, yakni GP Italia pada 29 Mei.

 

 

Editor : Candra Kurnia

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads