alexametrics
All England 2022

Sekarang Semua Tergantung Praveen/Melati, Masih Punya Api atau Tidak?

16 Maret 2022, 20:16:52 WIB

JawaPos.com-Ganda campuran nomor lima dunia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti bakal memulai debut sebagai pemain non-pelatnas di pentas yang sangat istimewa; All England 2022.

Pada babak pertama malam ini (16/3) waktu Birmingham, Praveen/Melati akan menghadapi ganda campuran India Ishaan Bhatnagar/Tanisha Crasto. Di atas kertas, Praveen/Melati akan bisa melewati pasangan nomor 75 dunia tersebut.

Praveen/Melati seharusnya menjalani kiprah perdana sebagai pemain di luar pelatnas di German Open 2022. Namun, mereka batal berangkat karena positif Covid-19.

“Sudah mau berangkat ke Jerman, tetapi ternyata positif Covid. Jadi memang agak kacau. Secara ketenangan, pikiran mereka menjadi teganggu,” kata manajer PB Djarum Fung Permadi kepada JawaPos.com.

Fung mengatakan bahwa persiapan Praveen/Melati dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widaja sejatinya sudah sangat baik. Tim pelatih PB Djarum, kata Fung, sudah berupaya untuk meningkatkan permainan mereka.

“Tetapi akhirnya tergopoh-gopoh semua. Ada tiga orang yang positif. Minggu (13/3) baru negatif. Mungkin hasilnya di All England tidak seperti yang kami harapkan. Padahal setelah melakukan persiapan, ada harapan besar. Tetapi terganggu dengan Covid,” keluh Fung.

Fung menambahkan bahwa PB Djarum sudah berusaha keras untuk mendorong Praveen/Melati. Klub yang berpusat di Kudus tersebut terus berupaya mengambalikan kemampuan serta mentalitas Praveen/Melati sebagai ganda campuran elite dunia.

Sekarang, kata Fung, kendali berada di tangan Praveen/Melati sendiri. Jika mereka punya komitmen besar, punya determinasi, dan masih lapar pada prestasi besar, maka mereka masih punya kans untuk bersinar.

“Mereka dituntut keseriusannya. Dan itu berasal dari diri mereka sendiri. Soal fisik dan teknik, rasanya tidak perlu terlalu kami khawatirkan. Mereka adalah pemain kelas dunia,” kata Fung.

“Sekarang yang menjadi fokus dan harus diperbaiki adalah mengurai penyebab mereka keluar dari pelatnas. Kalau dari pertandingan terakhir, memang terlihat kurangnya keseriusan. Nah, hal-hal seperti itu yang akan kami perbaiki,” tambah mantan tunggal putra nomor satu dunia tersebut.

Setelah keluar dari pelatnas, respons Praveen/Melati menurut Fung sangat baik. Mereka banyak melakukan perubahan dalam latihan. Jadi yang perlu dijaga sekarang adalah konsistensi mereka untuk terus tampil baik di level tinggi.

Jika nanti terlihat menurun, maka seluruh komponen klub harus mengingatkan dan membantu Praveen/Melati untuk kembali ke level semula.

Setelah terdegradasi dari pelatnas PP PBSI pada akhir 2021, PB Djarum juga fokus untuk melakukan pembenahan fisik kepada Praveen/Melati. Juara All England 2020 itu sudah menjalani sesi latihan fisik khusus bersama fitness and personal trainer profesional bernama Bobby Ferdian.

“Ini masih baru awal. Tetapi harapan kami adalah mereka merespons dengan baik program ini,” ucap Fung.

Pelatih PB Djarum Sigit Budiarto menambahkan bahwa dia aktif memantau perkembangan Praveen/Melati. Sigit juga membantu pelatih ganda campuran PB Djarum Vita Marissa untuk mengembalikan performa terbaik Praveen/Melati.

“Apakah mereka mampu untuk naik lagi? Sekarang mereka ada kesempatan, banyak yang men-support. Jadi, kembali ke anaknya masing-masing. Mereka masih punya apinya atau enggak?” kata Sigit kepada JawaPos.com.

Terdegradasi, kata Sigit, memang bisa memukul mental Praveen/Melati. Namun, juara dunia ganda putra 1997 (bersama Candra Wijaya) itu meyakinkan bahwa semua ada sisi positifnya. Itu jika Praveen/Melati mampu untuk melihat nilai-nilai baik dari terpentalnya mereka dari pelatnas.

Sigit mengatakan bahwa dengan adanya Gloria, Dejan, Akbar Bintang Cahyono, dan Andika Ramadiansyah, Praveen/Melati sebetulnya memiliki sparring partner yang cukup solid di PB Djarum.

“Mudah-mudahan mereka masih bersemangat. Kembali lagi, ini soal motivasi. Mereka ada pelatih, punya sparring yang lumayan, dan punya kesempatan untuk bertanding ke luar negeri. Jadi itu yang harus mereka manfaatkan,” kata Sigit yang bersama Candra Wijaya menjadi juara All England 2003 itu.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini: