alexametrics

Presiden Serbia: Australia Mempermalukan Diri Sendiri, Bukan Djokovic

16 Januari 2022, 20:14:48 WIB

JawaPos.com – Presiden Serbia Aleksandar Vucic langsung bereaksi keras setelah pengadilan federal Australia menolak banding Novak Djokovic atas pencabutan visa yang dilakukan kementerian imigrasi.

Dalam pernyataan tersebut Vucic juga menuduh pemerintah Australia berbohong.

”Mereka (pemerintah Australia) berpikir bahwa perlakuan mereka selama 10 hari kepada Djokovic akan mempermalukannya. Tapi tidak, mereka telah mempermalukan diri mereka sendiri,” ujarnya.

”Djokovic bisa pulang ke negaranya (Serbia) dengan kepala tegak,”

Vucic tetap bersikukuh bahwa kebijakan-kebijakan terkait Djokovic selalu bermuatan politik. Apalagi, Mei mendatang Australia akan menggelar pemilu.

”Saya berbicara dengan Novak Djokovic langsung setelah vonis pengadilan banding dibacakan. Dan saya menyemangati dia,” tandasnya.

”Kita berharap bisa segera bertemu dia saat pulang ke negerinya, dimana dia selalu disambut dengan baik,”

”Anda telah melihat banyak sekali kebohongan dalam persidangan tersebut,”

”Mereka mengatakan, jumlah warga divaksin di Serbia tidak sampai 50 persen, padahal angka resminya sudah 58 persen,”

”Jangan lupa, angka ini sudah lebih tinggi dari banyak negara di Uni Eropa. Itu sebenarnya argumen yang tidak ada gunanya, tapi itu tidak mustahil terjadi di masyarakat Orwellian,”

”Saya mengucapkan terima kasih kepada rakyat Australia karena saya percaya mereka mencintai orang-orang Serbia,”

Australia mendeportasi petenis ranking satu dunia Novak Djokovic setelah Pengadilan Federal, Minggu, menguatkan keputusan pemerintah untuk membatalkan visanya.

Alasannya, keputusan Djokovic untuk tidak divaksinasi COVID-19 bisa menimbulkan risiko bagi negara tersebut.

Keputusan bulat oleh tiga hakim tersebut memberikan pukulan petenis peringkat teratas dunia itu untuk mengejar rekor kemenangan Grand Slam ke-21 di Australian Open setelah drama 10 hari kedatangannya di Australia.

Petenis Serbia itu pertama kali ditahan oleh otoritas imigrasi pada 6 Januari, diperintahkan dibebaskan oleh pengadilan pada 10 Januari, dan kemudian ditahan lagi pada Sabtu.

Editor : Candra Kurnia

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads