alexametrics
Hongkong Open 2019

Merangkak Sejak Kualifikasi, Catat Sejarah, Sayang Gagal ke Semifinal

15 November 2019, 18:08:22 WIB

JawaPos.com-Ruselli Hartawan gagal melanjutkan performa bagusnya di Hongkong Open 2019. Pada perempat final hari ini (15/11), tunggal nomor tiga Indonesia itu kalah dari Zhang Beiwen. Pemain asal Amerika Serikat itu menang dalam dua game, 21-17, 21-17.

Ruselli sangat kecewa dengan permainannya. Dia merasa tak tampil dalam performa puncak. Dia banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat poin Zhang terus bertambah.

Hasil ini sangat disayangkan. Padahal pada babak 16 besar kemarin (14/11), pemain 21 tahun itu bermain sangat baik dan bisa mengalahkan juara French Open 2019 yang juga tunggal putri terbaik Korea Selatan saat ini An Se-young.

“Seharusnya saya bisa bermain lebih baik dari ini. Hampir keseluruhan permainan saya ‘buang-buang bola’. Kalau ada angin sih enggak juga, saya juga sudah beberapa kali main di lapangan ini, ya memang tadi saya yang kurang tahan,” sesal Ruselli dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Pada pertemuan sebelumnya melawan Zhang di ajang Macau Open 2019, Ruselli sukses menang straight games dengan skor 21-19, 21-18.

“Waktu di pertemuan sebelumnya, saya bisa bermain lebih safe. Pola mainnya sama, tapi kali ini lawan lebih bisa meredam dan menahan pukulan-pukulan saya, dia banyak menerapkan pola main balik serang,” ucap Ruselli.

Secara keseluruhan, Ruselli mengatakan bahwa dia tak puas dengan penampilannya di Hongkong Open 2019. Meskipun faktanya, dia telah memenuhi targetnya untuk melaju sampai babak delapan besar. Apalagi, mengingat fakta bahwa di turnamen ini, dia merangkak sejak fase kualifikasi.

Perempat final Hongkong Open 2019 sendiri adalah sejarah baginya. Itu merupakan pencapaian terbaik Ruselli sepanjang karir. Inilah delapan besar pertamanya dalam turnamen berlevel Super 500+.

Namun, sudah sampai perempat final, Ruselli sangat berharap dapat kembali menaklukkan Zhang dan lolos ke semifinal.

“Saya harus lebih sabar, akurasi pukulannya harus lebih tepat lagi. Variasi permainannya juga harus ditambah biar nggak monoton,” ujarnya.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads