alexametrics
Hongkong Open 2019

Dengan Teknik Tinggi, The Daddies Mudah Hancurkan Ganda No 2 Denmark

15 November 2019, 14:27:40 WIB

JawaPos.com-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi wakil Indonesia pertama yang lolos ke semifinal Hongkong Open 2019. Pada perempat final di Hongkong Colesium hari ini (15/11), ganda nomor dua dunia tersebut menyingkirkan pasangan gaek Denmark Mathias Boe/Mads-Conrad Petersen dengan skor telak 21-11, 21-11.

Hendra/Ahsan memungkasi pertandingan hanya dalam tempo 27 menit. Permainan Hendra/Ahsan yang sangat taktis, cerdik, dan efektif, benar-benar merepotkan Boe/Petersen.

Ganda nomor 28 dunia itu gagal mengembangkan permainan dan selalu tertinggal jauh. Servis tipis yang diperagakan Hendra/Ahsan pun seringkali membuka jalan untuk menghasilkan angka-angka mudah. Teknik kelas tinggi The Daddies membikin Boe/Petersen menggelengkan kepala karena kewalahan dan tidak percaya.

“Pertama, kami bersyukur Alhamdulillah bisa melewati pertandingan hari ini. Bolanya sedikit lambat, tadi pola pokirnya ya main kuat-kuatan saja sama mereka. Karena kalau melihat dari pertemuan sebelumnya kan mereka mainnya defense balik serang, ya jadi ikuti saja dulu mainnya,” kata Ahsan dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Kami nggak nyangka menang dua game langsung, kami sudah waspada sama mereka. Walaupun baru berpasangan, tapi mereka cukup merepotkan. Jadi kami sudah siap dari awal permainan,” tambah Hendra.

Boe/Petersen memang baru dipasangkan pada ajang Spanish International 2019, Juni lalu. Walau sudah berumur  senior (Boe, 39 tahun, dan Petersen, 31 tahun) namun semangat mereka masih menggebu-gebu.

Selama berpasangan, Boe/Petersen berhasil menjadi juara Canada Open dan Russian Open. Keduanya adalah turnamen berlevel Super 100.

Selain itu, Boe/Petersen juga menjadi momok bagi pasangan-pasangan muda Indonesia.

Pada tahun ini, mereka tercatat dua kali mengalahkan pemain nomor lima dunia asal Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Masing-masing di French Open dan Chinese Taipei Open.

Ganda putra Indonesia lainnya Wahyu Nayaka/Ade Yusuf juga mereka bekap pada ajang Korea Open 2019.

Namun, keperkasaan mereka kepada ganda-ganda muda Indonesia itu, tidak berlaku di hadapan Hendra/Ahsan.

Sebelumnya, Boe berpasangan dengan Carsten Mogensen yang sudah memutuskan untuk pensiun. Sedangkan Petersen berpartner dengan Mads Pieler Kolding. Walau baru berpasangan, secara ranking mereka adalah pasangan nomor dua Denmark setelah Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.

“Iya tadi Boe sempat bilang di lapangan, katanya servis saya masuk terus. Mungkin itu jadi menyulitkan,” ucap Hendra lantas tersenyum ketika ditanya tentang interaksinya dengan Boe.

“Boe/Petersen kan pasangan baru, chemistry-nya belum sekuat dengan pasangan yang lama. Permainan mereka bagus, tapi mungkin masih mencari-cari cara main yang tepat,” imbuh Ahsan.

Pada babak semifinal, Hendra/Ahsan akan berjumpa dengan Li Junhui/Liu Yuchen dari Tiongkok. Pasangan berjuluk duo menara itu mengalahkan ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-17, 19-21, 23-21.

Dalam rekor pertemuan, Hendra/Ahsan memang tertinggal 5-8 dari Li/Liu. Namun, dalam dua pertandingan terakhir di Singapore Open dan China Open, Hendra/Ahsan selalu sukses memetik kemenangan.

Indonesia masih punya satu peluang menambah wakil ganda putra ke semifinal lewat pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sore ini, mereka akan berhadapan dengan ganda nomor dua Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads