alexametrics

Prestasi Ihsan Sangat Jeblok, Pelatih Tunggal Putra Ogah Berkomentar

15 Agustus 2019, 09:00:10 WIB

JawaPos.com-Ketika golongan elite Pelatnas Cipayung berangkat ke Kejuaraan Dunia 2019, para pelapis mereka berjibaku di Akita Masters. Sayang, dalam event berlevel super 100 itu, beberapa pemain pelatnas utama tersingkir. Misalnya, tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa dan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktavianti Kusumah.

Khusus untuk Ketut/Tania, hasil itu sangat disayangkan. Sebab, dua pemain yang dipasangkan sejak awal Juli lalu tersebut digadang-gadang menjadi kekuatan baru ganda putri Indonesia. Dalam turnamen debut, Russian Open, mereka meraih gelar. Namun, setelah itu, penampilannya menurun.

Pada Hyderabad Open pekan lalu (7/8), Ketut/Tania juga kandas di babak pertama. Kemarin mereka dikalahkan pasangan Jepang Rin Iwanaga/Kie Nakanishi 14-21, 20-22.

Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti menyatakan belum tahu penyebab buruknya prestasi mereka dalam dua turnamen beruntun. Yang jelas, Ketut baru saja sembuh dari cedera yang dialami di Russian Open.

’’Ya, kami harapkan memang perubahan pasangan baru ini bisa ada prestasi. Tapi, ternyata masih belum mampu. Di Rusia bisa juara, tapi di Akita saat melawan Jepang masih belum bisa mengatasi,’’ ulas Susy ketika ditemui sebelum berangkat ke Basel, Swiss, di Bandara Soekarno-Hatta tadi malam.

’’Yang pasti, perlawanan Jepang itu ulet dan kuat. Nah, hal ini juga pastinya harus dievaluasi gimana kekalahannya,’’ lanjut dia.

Sementara itu, Ihsan kalah oleh pemain Tiongkok Bai Yu Peng 18-21, 17-21. Padahal, jika dilihat dari peringkat, level Bai jauh sekali di bawah Ihsan. Pemain berusia 19 tahun tersebut menduduki peringkat ke-257. Sedangkan Ihsan –meskipun peringkatnya merosot– berada di kisaran 50 besar.

Pelatih tunggal putra pelatnas Hendri Saputra ogah berkomentar soal kekalahan itu. ’’Belum dapat laporan,’’ kilahnya.

Itu episode lanjutan dari jebloknya prestasi Ihsan pada musim 2019. Sejak Januari, dalam mengikuti lima turnamen, empat kali dia terhenti di babak pertama. Prestasi tertingginya adalah semifinal Russian Open. Setelah itu, di Thailand Open (super 500) dan Hyderabad Open (super 100) dia bahkan tidak bisa lolos dari babak kualifikasi!

Peringkatnya juga merosot sepuluh setrip. Dari ranking ke-39 pada awal tahun menjadi ke-49.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c4/na

Close Ads