alexametrics

Ganda Putra No 2 Dunia Pertama dalam Sejarah, Yang Capai 100 Ribu Poin

Hendra/Ahsan Juga Lolos ke Olimpiade
15 Februari 2020, 07:15:51 WIB

JawaPos.com-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyumbangkan satu angka bagi kemenangan tim Indonesia pada perempat final Badminton Asia Team Championships 2020.

Dalam laga di Rizal Memorial Colisuem, Manila, Filipina kemarin (14/2), ganda nomor dua dunia itu mengalahkan pasangan Filipina Peter Gabriel Magnaye/Alvin Morada dengan skor 21-16, 21-12.

Indonesia akhirnya lolos ke semifinal dengan kemenangan sempurna, 3-0. Sebelumnya, Anthony Sinisuka Ginting membuat Indonesia unggul 1-0. Lalu, tunggal kedua Jonatan Christie memastikan laju Merah Putih dengan kemenangan pada pertandingan ketiga.

Dengan hasil ini, Hendra/Ahsan mencatat sejarah spesial. Mereka mencatat poin 101.717 dalam perhitungan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Hendra/Ahsan adalah ganda putra nomor dua pertama dalam sejarah yang mampu menembus poin minimal 100.000. Kalau lintas sektor, ganda campuran nomor dua dunia asal Tiongkok Wang Yilyu/Huang Dongping juga sukses menembus poin minimal 100.000 dalam perhitungan BWF.

Selain itu, Hendra/Ahsan juga dipastikan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mengumpulkan poin 96.717 dalam kategori Road to Tokyo. Hendra/Ahsan tidak mungkin tergusur dari posisi dua besar sampai akhir kualifikasi April mendatang.

Dalam laga kemarin, The Daddies mengatakan bahwa dari awal, mereka tak membiarkan lawan untuk mengembangkan permainan.

Walaupun Magnaye/Morada berada di ranking 186 dunia, namun The Daddies enggan meremehkan lawan.

“Awalnya (lawan) lumayan juga, bolanya kencang, jadi kami harus main dengan menekan lawan. Kalau lawan berkembang dan bisa mengembalikan, malah buat susah kami sendiri nanti,” kata Ahsan setelah pertandingan dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Ini pertandingan pertama kami di turnamen ini. Jadi kami masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Terutama shuttlecock-nya. Karen shuttlecock yang dipakai kencang, jadi harus bisa kontrol, harus mencoba pola kami dulu,” tambah Hendra.

Meski diunggulkan di tempat pertama, Hendra mengatakan bahwa peluang tim putra Indonesia untuk juara masih 50-50.

Hendra tak mau menganggap enteng lawan, walau Tiongkok absen, masih banyak pesaing yang patut diwaspadai.

“Peluang tetap 50-50, kalau misalnya lolos ke semifinal, kami akan bertemu dengan Thailand yang sedang meningkat penampilannya. Atau India yang memang banyak pemain bagus. Jadi tidak akan mudah,” kata Hendra.

Akhirnya, Indonesia akan berhadapan dengan India pada semifinal. India bangkit secara luar biasa dalam perempat final melawan Thailand. Dari ketinggalan 0-2 menjadi menang 3-2.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads