alexametrics

Proliga: BNI 46 Putus Rekor Samator, Pertamina Fastron Tekuk Popsivo

15 Januari 2022, 09:41:07 WIB

JawaPos.com – Drama terjadi dalam laga yang mempertemukan Surabaya Bhayangkara Samator (SBS) melawan Jakarta BNI 46 di pada pergelaran Proliga 2022 di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, kemarin (14/1).

Selain duel ketat lima set yang menghabiskan waktu hingga 3 jam 3 menit, juga terjadi kontroversi wasit yang dianggap merugikan BNI 46.

Bahkan, BNI 46 sempat melontarkan protes keras kepada wasit Haryono dan asisten Dadan Prarudiana meski akhirnya tidak diterima.

Walau begitu, drama tersebut tak lantas mengendurkan permainan BNI 46.  Puncaknya terjadi di set terakhir. SBS sebetulnya tinggal membutuhkan satu poin untuk memenangi pertandingan saat kedudukan 14-12.

Namun, BNI mampu mengejar hingga akhirnya menang 17-15. Skor akhir 3-2 (32-30, 31-33, 25-20, 24-26, 17-15).

Hasil tersebut sekaligus memutus tren positif SBS yang menang di dua laga awal.

Pada laga tersebut, SBS tidak diperkuat Rendy Tamamilang yang absen lantaran sang ibu meninggal dunia pada Rabu (12/1).

Namun, pelatih SBS Sigit Ari Widodo menyatakan, absennya Rendy bukan menjadi alasan tim kalah. Agil Angga Anggara sebagai pengganti dikatakannya sudah bermain baik.

Sigit menyebut, middle blocker asing Marko Sindelic kurang berperan pada laga itu. Beberapa bola tidak dapat dihalau pemain asal Serbia tersebut.

”Dia (Marko, Red) kurang berkontribusi. Jadi, ke depan ada banyak evaluasi bagi kami,” ucapnya.

Perihal lawan yang memprotes wasit, Sigit menyebutkan, timnya juga beberapa kali merasa dirugikan dengan keputusan yang salah.

”Ini untuk evaluasi PBVSI (federasi, Red). Di pertandingan tadi wasit kedua tidak banyak berkontribusi ke wasit pertama,” ujarnya.

Dia berharap, di laga selanjutnya atau minimal di final four, ada teknologi yang bisa membantu dalam menentukan keputusan.

Pelatih BNI 46 Samsul Jais menyatakan, keputusan kontroversial wasit sangat mengganggu tim. Apalagi, hampir di setiap set selisih poinnya hanya dua angka.

”Begitu net semua orang tahu. (Terjadi, Red) di depan wasit termasuk lines man,” keluhnya.

Dua pemain Pertamina Fastron menghadang serangan dari Pospivo.(Salman Toyibi/Jawa Pos)

Di laga lain, Jakarta Pertamina Fastron menekuk Jakarta Popsivo Polwan 3-1 (19-25, 25-18, 25-14, 25-19). Itu menjadi kemenangan kedua bagi Pertamina.

Sebaliknya, bagi Popsivo, itu kekalahan kedua. Pelatih Popsivo Chamnan Dokmai mengaku tidak terlalu merisaukan hasil dari pertandingan karena timnya masih dalam proses pembentukan.

”Kualitas kedua tim tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah pengalaman,” sebutnya.

Pelatih Jakarta Pertamina Fastron Octavian mengkritisi permainan timnya. Terlebih di set pertama yang banyak melakukan kesalahan. ”Spike dan servis kami belum begitu bisa menekan lawan. Terlihat terlalu santai,” ujarnya.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : raf/c13/cak

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads