alexametrics
Indonesia Masters 2020

Pelatih India: Sulit Capai Level Hendra/Ahsan, Kalau Hidup Berantakan

15 Januari 2020, 07:43:38 WIB

Jawapos.com-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjalani musim yang sangat luar biasa sepanjang 2019. Mereka sebelas kali menembus final dan meraih empat trofi.

Tiga gelar di antaranya adalah ajang raksasa yakni All England, Kejuaraan Dunia, dan turnamen puncak akhir tahun alias BWF World Tour Finals 2019.

Hendra/Ahsan adalah ganda putra pertama dalam sejarah yang sukses memborong tiga gelar besar itu dalam setahun.

Sepanjang 2019, kalau sudah berhasil menjejak semifinal, Hendra/Ahsan tidak pernah kalah. Mereka selalu berhasil mencapai babak puncak. Namun, rekor itu patah pada turnamen pembuka 2020, Malaysia Masters.

Pada kejuaraan berlabel Super 500 itu, The Daddies terhenti di semifinal. Mereka kalah dari ganda nomor satu Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dalam tiga game yang berlangsung luar biasa ketat, 20-22, 21-19, dan 22-24.

Pertandingan yang berjalan sangat menarik dan menegangkan itu berlangsung dalam tempo persis 1 jam.

Hari ini (15/1), Hendra/Ahsan akan memulai perjuangannya pada ajang Super 500 lainnya, Indonesia Masters 2020. Bermain di kandang sendiri, Istora Senayan, Jakarta, Hendra/Ahsan akan menghadapi lawan berat yakni ganda putra nomor satu India Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy.

Rekor pertemuan mereka sama kuat, 1-1. Namun, pada duel terakhir di babak kedua French Open 2019, Hendra/Ahsan kalah dalam rubber game dengan skor 18-21, 21-18, dan 13-21.

Ganda India Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy saat mengalahkan pasangan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada babak kedua French Open 2019. (Instagram/Chirag Shetty)

“Penampilan mereka sedang bagus ya sekarang, kami mesti waspadai mereka dari awal permainan. Lawan tidak mudah, kami harus antisipasi permainan mereka,” kata Ahsan dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Selain dari persiapan kondisi, kami juga siap dari permainan no lob-nya. Terutama di Istora itu lapangannya berangin, jadi harus benar-benar pegang permainan depannya,” tambah Hendra.

Pelatih ganda putra India Flandy Limpele mengatakan bahwa laga bisa berjalan seru. Siapa yang menang, adalah ganda yang benar-benar siap dalam pertandingan.

”Ahsan dan Hendra lebih berpengalaman. Jadi mereka sudah tahu trik untuk melawan musuh. Endurance (daya tahan) mereka masih baik. Mereka juga punya mental juara. Jadi (mereka) akan lebih menguasai keadaan,” kata Flandy kepada Jawa Pos.

Peraih perunggu ganda putra Olimpiade Athena 2004 bersama Eng Hian itu menambahkan walau Hendra sudah berusia 35 tahun dan Ahsan berumur 32 tahun, namun fisik mereka masih terjaga dengan sangat baik.

”Hal itu sulit dicapai kalau pola hidupnya berantakan. Yakni jika makan, tidur, dan latihan tidak balance. Kalau yang sudah biasa teratur, ya tidak sulit (mencapai fisik yang prima). Tinggal jaga saja, nge-gym juga,” kata Flandy.

Selain itu, Flandy juga memuji Hendra dan Ahsan yang pintar dalam mengatur pola main di lapangan. Mereka juga cerdas dalam menjaga fisik saat menghadapi lawan.

Tidak buang-buang tenaga itu penting. Sebab dalam usianya yang tidak muda, ganda putra nomor dua dunia itu masih menjalani jadwal superpadat dalam rangkaian BWF Tour.

”Jadi, (mereka itu bisa) mengatur strategi tenaga dan pola main yang pas,” ucap Flandy.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads