alexametrics

Kesiapan Papua Menyelenggarakan PON XX/2020 (2)

Siapkan Kapal dan Rusun untuk Tampung Atlet
14 November 2019, 07:45:15 WIB

JawaPos.com-Saat PON 2020 nanti, sekitar 12.500 orang yang terdiri atas atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan akan menyerbu Papua. Itu belum termasuk rombongan pejabat dari masing-masing kontingen, wartawan, dan suporter.

Masalah transportasi dan akomodasi tentu mendapat perhatian lebih dari penyelenggara PON.

Kalau hanya mengandalkan PON, tentu Jayapura, Mimika, dan Merauke tak akan sanggup. Hotel berbintang di Jayapura, misalnya, hanya 23 buah. Total kapasitasnya hanya 2.807 tempat tidur. Tentu tidak cukup menampung 8.263 orang yang diprediksi tinggal di Kota dan Kabupaten Jayapura selama PON.

Beberapa kontingen bahkan sudah membooking hotel di Jayapura. Dari informasi KONI Mimika dan Merauke, Jawa Timur sudah membayar uang panjar di Hotel Grand Moza, Timika, dan Swiss-Belhotel, Merauke. ’’Nanti atlet kami tempatkan berdasar cabor, bukan per kontingen. Untuk kontingen yang sudah memesan hotel, kami akan gunakan otoritas kami untuk membatalkannya,’’ kata Sekretaris KONI Merauke Antonio Liberto yang juga menjabat sekretaris Sub PB POP Merauke kepada Jawa Pos Kamis lalu (7/11) di kantornya.

Wisma atlet di Mimika Sport Complex dirancang seperti rumah adat Papua. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Untuk menampung seluruh atlet dan ofisial, Papua membangun rumah susun di Jayapura, Timika, dan Merauke. Rusun tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan 2020. Selain itu, penyelenggara akan memanfaatkan asrama, wisma, atau mes milik berbagai instansi pemerintah dan TNI/Polri.

’’Sebagai cadangan, akan ada dua kapal Pelni yang bersandar di Teluk Yos Sudarso untuk digunakan sebagai penginapan,’’ kata Alexander Kapisa, Plt Kadisorda Papua.

Untuk keperluan transportasi, Kementerian Perhubungan mengirim 650 bus ke Papua. Bus-bus itu akan didistribusikan ke empat klaster penyelenggara PON. Nanti bus-bus itu dipakai untuk mengangkut atlet dari penginapan ke venue. Selain itu, sejumlah mobil disediakan untuk masing-masing kontingen.

Yang menjadi kekhawatiran, bus-bus yang dikirim itu adalah bus besar. Padahal, rata-rata jalan di Kota Jayapura tidak lebar. Begitu juga akses jalan di sejumlah venue di Merauke. ’’Kami juga membangun akses jalan agar lebih lebar. Misalnya akses ke Tanah Miring, lokasi venue bermotor yang jaraknya sekitar 40 km dari kota,’’ ujar Selestinus A. Kahol, kepala Dinas Olahraga dan Kepemudaan Kabupaten Merauke.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Tomy C. Gutomo


Close Ads