alexametrics

Kesiapan Papua Menyelenggarakan PON XX/2020 (1)

Butuh Bandung Bondowoso
14 November 2019, 07:30:05 WIB

Bila dihitung per hari ini, pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 kurang 342 hari lagi. Kurang dari setahun. Sebagian besar venue dibangun baru. Sejumlah venue sudah siap 100 persen. Namun, ada juga yang belum mulai dikerjakan. Selama sepekan, Jawa Pos mendatangi hampir seluruh venue yang ada di empat klaster: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.
—-

SETELAH kerusuhan terjadi di Papua bulan lalu, banyak yang bertanya-tanya apakah PON jadi diselenggarakan di Papua. Apakah provinsi di ujung timur Indonesia itu siap menjadi tuan rumah event olahraga empat tahunan tersebut? Apakah venue-venue yang sebagian besar baru dibangun itu siap pada 20 Oktober 2020 nanti?

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Plt Kadisorda) Papua Alexander Kapisa memastikan, pada Juli 2020, seluruh venue sudah bisa digunakan untuk test event. Mengenai venue-venue yang belum rampung saat ini, Alex –sapaan Alexander Kapisa– menjamin akan selesai sebelum test event dilaksanakan.

Dengan begitu, lanjut dia, PON XX/2020 tetap digelar sesuai jadwal, yakni 20 Oktober 2020–2 November 2020.

’’Tidak perlu diragukan. Kami sudah menyiapkan semuanya. Semua venue akan dikebut agar selesai tepat waktu,’’ ucap Alex saat ditemui Jawa Pos di Jayapura 6 November lalu.

Venue motocross dan road race di Tanah Miring, Merauke, belum dibangun. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Papua sendiri telah menggelontorkan anggaran Rp 2,5 triliun untuk membangun venue baru. Ditambah Rp 1,3 triliun untuk sarana pendukung. Itu belum termasuk gelontoran APBN dan APBD Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Kota Jayapura nantinya jadi klaster yang sibuk. Ada 22 cabor yang diadakan di ibu kota Papua tersebut. Venue baru yang dibangun di Kota Jayapura adalah GOR voli indoor dan voli pasir di Koya Koso, Stadion Mahachandra, GOR Koya Timur, lapangan tenis wali kota, serta lapangan bisbol dan sofbol.

Sisanya adalah GOR lama yang dipercantik seperti Stadion Mandala, GOR Cenderawasih, GOR Trikora Universitas Cenderawasih, GOR Waringin, auditorium Universitas Cenderawasih, dan Politeknik Penerbangan Jayapura. Ada juga venue alam seperti Teluk Youtefa untuk dayung, Pantai Hamadi untuk layar, dan Teluk Yos Sudarso untuk selam laut maupun renang perairan terbuka.

Venue bisbol dan softbol baru mulai membangun tribun. (Riana Setiawan/Jawa Pos).

GOR voli indoor dan GOR voli pasir adalah salah satu venue yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Butuh waktu hampir satu jam menuju Koya Koso, lokasi venue tersebut. Ini merupakan jalur menuju Skow, perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Menuju venue ini melewati Jembatan Youtefa yang baru diresmikan Presiden Jokowi pada 28 Oktober lalu.

GOR ini berada 2 km dari Jalan Raya Koya Koso. Hingga saat ini, jalan tersebut belum diaspal.

’’Kawasan ini sebelumnya perbukitan liar. Kami kerjakan sejak Agustus lalu,’’ ujar Eko Hendrik Fitrianto, project manager dari PT PP (Persero). Saat Jawa Pos melihat proyek tersebut 5 November lalu, kondisinya mencapai 48,15 persen.

’’Ini tidak butuh waktu lama karena nanti tiangnya berupa baja yang tinggal dirakit. Sekarang sedang dikirim dari Surabaya. Doakan cuacanya mendukung,’’ sambung Eko. Sebenarnya venue tersebut ditarget selesai Desember 2019. Namun, pengerjaan telah diperpanjang hingga Maret 2020.

Venue voli indoor dan voli pasir berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare milik kepolisian. Di dekat lokasi terdapat perumahan Brimob. Nantinya, GOR tersebut memiliki 5.000 kursi penonton. GOR voli indoor dilengkapi AC sentral dan lampu 1.500 luks. ’’Technical delegate sudah meninjau ke sini. Ada beberapa tambahan desain untuk voli pasir,’’ katanya.

Venue lain yang belum terlihat bangunannya adalah lapangan tenis wali kota. Di venue ini dulunya terdapat tiga lapangan tenis. Semua dibongkar. Dari lahan 9.000 meter persegi, dibangun tujuh lapangan tenis di atas lahan seluas 5.600 meter persegi. Termasuk tribun dengan kapasitas 500 penonton. Saat ini baru tahap pembongkaran dan pembuatan fondasi lapangan. Dalam laporan disorda, progres pembangunan baru 9 persen. Namun, yang terlihat di lapangan sebenarnya sudah hampir 30 persen.

’’Target kami selesai Januari 2020,’’ ucap Agung Pranata, site manager dari PT Citra Prasasti Konsorindo selaku pelaksana pembangunan venue tenis. Selain PT Citra Prasasti Konsorindo, venue tersebut dibangun PT Nindya Satria.

Sejumlah venue lain di Jayapura juga masih jauh dari terwujud. Sebut saja lapangan bisbol dan sofbol di Universitas Cenderawasih. Pihak pelaksana juga tidak terlalu welcome dengan kedatangan wartawan. Meski begitu, mereka tetap mengizinkan Jawa Pos mengambil gambar meski menolak untuk dimintai keterangan.

Untuk GOR yang direnovasi, sebagian sudah hampir selesai. Misalnya GOR Cenderawasih yang akan dipakai untuk cabor tinju. GOR tersebut direhab total. Atapnya diganti. Saat ini tinggal pemasangan atap dan pemasangan kursi penonton. ’’Sekarang ini sudah 67 persen (70 persen per kemarin). Bulan depan harus sudah selesai,’’ kata Margono, manajer proyek renovasi GOR Cenderawasih dari PT Sumber Rejeki Pramesti, saat ditemui Jawa Pos 5 November lalu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Tomy C. Gutomo



Close Ads