alexametrics

Terancam Dicoret dari SK Prioritas Pelatnas, Della/Rizki Santai

14 Agustus 2019, 20:21:27 WIB

JawaPos.com–Pelatnas Cipayung, tampaknya, sudah gemas betul dengan performa Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Berbagai ultimatum dilayangkan kepada pasangan ganda putri nomor dua Indonesia itu. Setelah turun level ke turnamen-turnamen super 300 dan super 100, kini mereka diancam dicoret dari SK pelatnas prioritas.

Pencabutan SK prioritas punya efek besar buat pemain. Mereka tidak lagi diprioritaskan untuk terjun di Olimpiade Tokyo 2020. Jumlah turnamen yang bisa diikuti juga dibatasi. Karena itu, kesempatan mengejar poin untuk mengatrol peringkat dunia pun makin kecil.

’’Ketika diberangkatkan ke turnamen, saya tentu minta target dan pertanggungjawaban dari pelatih,’’ jelas Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti saat ditemui Jawa Pos di Cipayung kemarin. ’’Della/Rizki ini dalam setahun sudah mengikuti 17 turnamen. Dari situ kami lihat data prestasinya apa dan berapa poin yang didapat dari jumlah pertandingan itu,’’ lanjut dia.

Itu memang benar. Ditambah kejuaraan dunia di Basel, Swiss, pekan depan, total dua pemain tersebut mengikuti 17 turnamen dengan pasangan yang berbeda-beda. Della/Rizki disatukan kembali di Kejuaraan Asia April lalu. Kala itu mereka langsung meroket hingga semifinal.

Tetapi, penampilan itu tidak bertahan lama. Malah menurun terus.

Jumlah turnamen itu, menurut Susy, sudah melebihi batas yang ditetapkan PBSI. Yaitu, sekitar 10 turnamen dalam setahun. Bergantung pada kebutuhan masing-masing pemain. Bagi Della/Rizki, jumlah itu masih akan bertambah. Mereka sudah didaftarkan terjun dalam Chinese Taipei Open, Vietnam Open, dan Indonesia Masters di Malang.

Jika SK pelatnas prioritas dicabut, mereka tak akan bisa lagi menikmati privilese terjun dalam turnamen sebanyak itu dalam setahun. Susy menyatakan, pencabukan SK juga tidak akan ujuk-ujuk. Pasangan peringkat ke-19 dunia itu diberi kesempatan sampai Oktober untuk membuktikan diri.

’’Ingin lihat apakah kalau mereka turun ke turnamen yang levelnya lebih rendah bisa bersaing apa nggak. Kalau nggak, otomatis SK prioritasnya dicabut,’’ tegas Susy. ’’Nanti sama dengan SK utama, yang berarti 10 pertandingan per tahun. Kalau mau lebih, harus berangkat sendiri. Kecuali bisa juara, ada reward dari PBSI dengan menambahkan pertandingannya,’’ lanjut perempuan 48 tahun itu.

Terpisah, Della cenderung santai menanggapi ancaman yang dilayangkan PBSI. Gestur tubuhnya ketika diwawancarai tidak menunjukkan rasa panik ataupun takut. ’’Ya, mungkin itu sesuai dengan hasil-hasil yang kami capai. Ya sudah, kami usaha dulu saja,’’ ucap dia pasrah.

Faktor yang mengakibatkan performanya bersama Rizki menurun adalah pola permainan mereka yang mudah ditebak lawan. Sayang, meski tahu kelemahannya, mereka belum bisa memperbaiki.

’’Sekarang latihan untuk meningkatkan konsistensi sama daya tahan tubuh. Terutama konsentrasi yang jadi kelemahan kami dari dulu. Suka tiba-tiba hilang fokus,’’ tutur pemain 26 tahun tersebut.

Kejuaraan dunia nanti harus menjadi pembuktian mereka. Tahun lalu Della/Rizki mampu menembus perempat final. Tetapi, pelatih ganda putri Eng Hian ingin mereka bisa sampai ke semifinal. Della mengakui itu berat.

’’Kami mau lebih baik. Cuma, kami sendiri targetnya perempat final. Syukur-syukur terlewati. Tapi kan satu per satu dulu,’’ tandasnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c19/na

Close Ads