alexametrics
Indonesia Masters 2020

Bermain di Depan Publik Sendiri, Bikin Anthony Ginting Termotivasi

14 Januari 2020, 19:10:31 WIB

JawaPos.com – Kento Momota dan Chen Long menyatakan mundur dari Indonesia Masters 2020. Keduanya memilih beristirahat setelah menjalani jadwal superpadat selama 2019. Momota malah mengalami kecelakaan lalu lintas di Kuala Lumpur setelah mengikuti Malaysia Masters dini hari kemarin (13/1).

Terlepas dari kecelakaan yang menimpa Momota, keputusan mundur dua pemain top itu menjadi kabar gembira bagi para kompetitor mereka. Setidaknya, persaingan di sektor tunggal putra menjadi lebih terbuka.

Hal itu sekaligus menjauhkan Anthony Sinisuka Ginting dari drawing horor. Unggulan ketujuh tersebut awalnya berpotensi berjumpa dengan Chen dalam babak perempat final. Nah, kalau lolos ke semifinal, dia sangat mungkin bertemu dengan Momota. Kini hal itu tidak mungkin terjadi. Pesaing terberat dari pul atas ’’hanya’’ Viktor Axelsen.

’’Saya berharap Momota nggak ada cedera serius. Nggak ada kehadiran dia di sini tidak berarti persaingan berkurang. Orang-orang pasti mau buktiin lebih. Dari babak pertama, semua musuh berat,’’ papar Anthony dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, kemarin (13/1).

Chou Tien-chen, yang berstatus unggulan kedua, mengutarakan pendapat serupa. Bagi dia, tidak ada Momota dan Chen tidak membuat kompetisi lebih mudah. ’’Saya rasa pesaing cukup berat. Tapi, saya akan fokus dalam pertandingan ini,’’ tegas bintang asal Taiwan tersebut.

Skema pertandingan Indonesia Masters menempatkan Ginting di antara para pemain India. Pada babak 32 besar, dia akan bertemu Parupalli Kashyap. Itu bakal jadi pertemuan keenam bagi kedua pemain. Meski selalu menang, Anthony memilih berhati-hati.

’’Di tunggal putra, persaingan sangat ketat dan semua orang excited bermain di Indonesia Masters. Nggak menurunkan kualitas pemain-pemain itu sendiri,’’ kata pemain 23 tahun tersebut.

Bertanding di hadapan publik sendiri akan jadi motivasi besar bagi Anthony. Pemain kelahiran Cimahi itu bertekad membayar kegagalan di Malaysia Masters pekan lalu. Saat itu dirinya sudah tersingkir di babak 32 besar. ’’Saya nggak mau terlalu fokus mikirin hasil dulu. Tapi mau jaga fokus di minggu ini dan fokus memberikan yang terbaik,’’ tegasnya.

Sementara itu, persaingan ganda putra juga agak longgar. Dua pasangan Jepang, unggulan ketiga Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan unggulan kelima Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, kompak mundur. Hal itu menjadi kesempatan bagi pemain-pemain Indonesia untuk tancap gas.

Terutama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo untuk bisa mempertahankan gelar.

Selama setahun terakhir, Endo/Watanabe selalu menjadi sandungan bagi pasangan berjuluk Minions itu. Pada drawing awal, mereka berkesempatan bertemu pada babak perempat final. Karena mundur, posisi Endo/Watanabe digantikan runner-up Kejuaraan Dunia Junior 2019, Di Zi Jian/Wang Chang (Tiongkok).

’’Target, pasti pengin juara. Mau pertahankan gelar. Apalagi, di sini kan banyak pendukung. Kami nggak mau mengecewakan yang sudah jauh-jauh datang ke sini dan mendukung kami,’’ tutur Marcus.

Pekan lalu mereka gagal mempertahankan gelar Malaysia Masters. Minions kalah oleh Fajar Alfian/M. Rian Ardianto di perempat final.

Berkaca pada hasil Malaysia Masters, PP PBSI tidak mematok target terlalu tinggi di Istora nanti. ’’Target di Malaysia Masters, yaitu satu gelar, mudah-mudahan bisa dipenuhi di sini,’’ kata Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/feb/c5/na


Close Ads