alexametrics

Bagi Tim Jepang Tak Ada Tekanan di Olimpiade, Justru Makin Semangat

14 Januari 2020, 19:17:59 WIB

JawaPos.com-Olimpiade 2020 Tokyo berlangsung enam bulan lagi. Babak kualifikasi yang tinggal empat bulan membuat persaingan di semua sektor kian sengit. Turnamen semakin ramai. Bukan hanya oleh nama-nama lama, melainkan juga wajah-wajah baru. Peringkat dunia yang selama dua sampai tiga tahun terakhir tidak banyak berubah tiba-tiba saja bergolak.

Salah satu sektor paling seru adalah ganda putri. Hal itu dirasakan betul oleh pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Tahun lalu titel sebagai pasangan nomor satu dunia hanya mampu mereka pegang selama sekitar enam bulan. Yakni, pada 30 April–5 November. Setelah itu, posisi mereka digeser ganda putri Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan.

Padahal, ganda putri Jepang sempat begitu mendominasi di dunia. Selain Matsumoto/Nagahara, ada Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Ketiganya pernah secara berurutan menempati top 3 peringkat BWF. Di bawah mereka, ada dua pasangan Korea, Kim So-yeong/Kong Hee-yong dan Lee So-hee/Shin Seung-chan.

’’Untuk Olimpiade, bukan hanya Jepang yang kuat, negara lain juga. Semua bakal berusaha yang terbaik. Tapi, aku juga nggak akan mau kalah,’’ tutur Nagahara dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, kemarin (13/1).

Meski pernah menjadi ganda putra terbaik dunia, Matsumoto/Nagahara tidak benar-benar dominan. Dalam lima pertemuan dengan Chen/Jia tahun lalu, pasangan itu hanya mampu sekali merenggut kemenangan. Terlebih setelah Korea menguat.

Faktanya, sejak Indonesia Open pada Juli, dia dan Matsumoto tidak pernah lagi menjuarai turnamen. Selalu kalah di tangan pasangan Korea. Baik Kim/Kong, Lee/Shin, maupun Chang Ye-na/Kim Hye-rin.

Nagahara tentu tidak ingin memperpanjang tren buruk tersebut. Apalagi, Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade. Pertama, mereka ingin meraih tiket. Lalu, mereka akan berusaha yang terbaik untuk merebut emas. ’’Tidak jadi tekanan, tetapi ini (status tuan rumah, Red) motivasi bagi seluruh tim Jepang untuk ikut Olimpiade. Tak cuma ikut, tapi juga dapat medali,’’ ucapnya bersemangat.

Sementara itu, tunggal putra Taiwan Chou Tien-chen tidak menampik bahwa menjelang Olimpiade, tekanan yang dirasakan semakin berat. Persaingan di sektornya juga sangat keras. Statusnya sebagai nomor dua dunia tidak menjamin apa pun. ’’Tekanan saya jadikan semangat. Saya cuma mau fokus. Tidak ingin terlalu memikirkan tekanan. Fokus latihan saja,’’ tuturnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c15/na


Close Ads