alexametrics
BWF World Tour Finals 2019

Saat Minions Begitu Frustrasi Melawan Rapatnya Defense Endo/Watanabe

13 Desember 2019, 10:50:20 WIB

JawaPos.com-Ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo masih belum memiliki cara untuk mengalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Dalam empat pertandingan beruntun terakhir sepanjang 2019, Marcus/Kevin selalu kalah. Terbaru, tadi malam, pada lanjutan Grup A BWF World Tour Finals 2019, Minions kandas dalam rubber game yang berakhir dengan skor 11–21, 21–14, 11–21.

Hasil ini menempatkan Marcus/Kevin dalam situasi yang berbahaya. Mereka terancam gagal ke semifinal turnamen puncak akhir tahun tersebut. Agar mereka bisa melaju ke babak empat besar dengan aman dan tak tergantung pada hasil pertandingan lain, Marcus/Kevin harus mengalahkan ganda Jepang lainnya Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dalam dua game langsung hari ini.

Pertandingan masih akan digelar di Tianhe Gymnasium, Guangzhou.

”Hari ini lawan lebih siap dari kami dan mainnya juga lebih baik,” kata Kevin dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Pada pertandingan itu, Marcus/Kevin memang bermain sangat tidak nyaman. Mereka gagal memecah defense gila yang diperagakan Endo/Watanabe. Ganda nomor enam dunia itu memaksa Marcus/Kevin terus melakukan kesalahan demi kesalahan.

Marcus/Kevin yang sejatinya memiliki senjata mematikan berupa kecepatan, malah terbawa arus permainan lawan. Serangan mereka tidak efisien dan selalu didikte oleh musuh.

Pada game pertama, Endo/Watanabe langsung melesat dengan keunggulan 11-3, setelah itu menjadi 14-5, dan tidak terbendung sampai akhir.

Sadar bahwa cara mereka sangat tidak tepat, Marcus/Kevin berusaha tampil jauh lebih agresif pada game kedua. Ganda pemilik delapan gelar juara sepanjang 2019 itu kembali ke ciri permainan mereka yakin kecepatan.

Kevin juga mampu mendominasi area depan. Cegatan-cegatan kejutnya membuat Endo/Watanabe kelabakan. Alhasil, Marcus/Kevin menang cukup nyaman dengan skor 21-14 untuk membawa pertandingan menuju game ketiga.

Tetapi sayang, pada game penentuan, Marcus/Kevin kembali terseret arus permainan lambat Endo/Watanabe. Kecepatan mereka seakan hilang. Beberapa kali terlihat Marcus dan Kevin sangat frustrasi karena dipaksa terus melakukan kesalahan sendiri. Pada game ketiga itu, Marcus sampai melempar raketnya ke atas karena saking kesalnya.

Hasil akhirnya lalu bisa ditebak. Endo/Watanabe sukses memetik kemenangan keduanya dalam dua laga pertama Grup A. ”Lawannya nggak gampang mati. Terus hari ini juga shuttlecock-nya lebih berat daripada kemarin. Dan tenaga kami juga banyak terkuras. Kami juga merasakan defense hari ini kurang rapat dan kalah rapat dari lawan. Selain itu, di akhir-akhir kami banyak mati sendiri,” kata Marcus.

Marcus/Kevin mengatakan ingin melupakan pertandingan hari ini dan menyongsong laga terakhir Grup A dengan optimistis.

Memang, dari hitungan di atas kertas, mereka masih bisa lolos walau gagal mengalahkan Kamura/Sonoda. Namun, Marcus/Kevin harus bergantung pada pertandingan lainnya.

Pertama, Marcus/Kevin bisa menang dalam tiga game dan lolos. Namun, pada pertandingan lain, ganda Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen tidak menang straight game melawan Endo/Watanabe.

Andai kalahpun, Marcus/Kevin masih bisa melaju. Asal, mereka masih bisa merebut satu game. Sementara pada laga lain, Endo/Watanabe mengalahkan Li/Liu.

Tetapi, dua kemungkinan itu bukan opsi utama. ”Yang pasti kami akan lakukan yang terbaik. Karena peluang selalu ada untuk siapapun,” tegas Marcus.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads