alexametrics
Greysia/Apriyani Gagal ke Semifinal WTF 2019

Kami Harus Menantang Diri Untuk Berubah dan Keluar Dari Situasi Ini

13 Desember 2019, 17:08:50 WIB

JawaPos.com-Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi juru kunci Grup A BWF World Tour Finals 2019.

Pasangan putri terbaik Indonesia itu menelan tiga kekalahan dalam tiga partai. Pada laga terakhir penyisihan grup, mereka dikandaskan pasangan Tiongkok Du Yue/Li Yinhui dalam tiga game 21-12, 17-21, dan 11-21 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Tiongkok, Jumat (13/12).

Sebetulnya, Greysia/Apriyani mampu membuka laga dengan sangat baik. Mereka menang telak 21-12. Pada game kedua, mereka sempat unggul 10-6. Namun, Greysia/Apriyani tiba-tiba kehilangan momentum dan tersusul 10-11.

Setelah jeda interval, penampilan Greysia/Apriyani mulai menurun hingga akhirnya kalah dengan skor 17-21.

”Kami menyesal sekali di lapangan tadi saat sudah unggul tapi tersusul. Semua rasanya jadi berantakan, momentum kami hilang, kepercayaan diri turun dan mainnya jadi panik sendiri,” kata Apriyani dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

”Semoga kami bisa segera memperbaiki lagi. Kalau dalam kondisi seperti ini harus bisa menjaga momentum untuk menang,” imbuhnya.

Pada game penentu, Greysia/Apriyani mengaku gagal keluar dari tekanan lawan. Berbagai upaya sudah coba mereka lalukan setidaknya demi mendapatkan satu kemenangan di fase penyisihan grup. Namun sayangnya, Greysia/Apriyani harus kembali menelan kekalahan dengan skor lebih telak 11-21.

”Harusnya kami bisa, tapi di game kedua tadi kami kecolongan. Harus diakui kami masih kurang bisa menjaga momentum. Dan kami juga mau menantang diri sendiri untuk berubah dan keluar dari kondisi ini,” ucap Greysia.

Tersingkir dan menjadi juru kunci grup, Greysia/Apriyani mengaku sangat kecewa. Meski begitu, ganda putri peringkat delapan dunia ini mengaku dapat pelajaran berharga untuk menjadi bahan evaluasi menatap musim 2020.

”Di satu sisi, secara permainan sudah mulai kembali untuk bersaing di top level. Tapi di sisi lain, kami merasa belum puas karena seperti masih ada yang mengganjal. Seperti masih ada pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Kami petik pelajaran positifnya dari kejuaraan ini,” ucap Greysia.

”Yang paling disayangkan, kami nggak dapat poin untuk ke Olimpiade dari kejuaraan ini. Tapi, apapun hasilnya, kami harus tetap bersyukur dan terus latihan. Harus segera berubah jadi lebih baik,” imbuh pemain berusia 32 tahun itu.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads