alexametrics
ATP Finals 2019

Rafael Nadal Meledak Dengan Pertanyaan Jurnalis 70 Tahun Asal Italia

13 November 2019, 22:19:39 WIB

JawaPos.com– Peluang Roger Federer lolos ke semifinal ATP Finals 2019 belum tertutup sepenuhnya. King Fed, sebutannya, membayar lunas kekalahannya oleh Dominic Thiem pada laga pertama. Tadi malam dia menang atas petenis Italia Matteo Berrettini. Federer yang menjadi petenis tertua di ATP Finals tahun ini menang straight set 7-6(2), 6-3 dalam waktu 1 jam 18 menit.

Bagaimana Federer bangkit dari kekalahan? Dia mengaku, caranya adalah tidak banyak memikirkannya. ’’Aku santai saja sih. Sebelum laga ini aku ada jeda satu hari. Kumanfaatkan itu untuk bermain dengan anak-anak. Itu membantu sekali,’’ ungkap Federer dalam wawancara di tepi court.

’’Setelah itu, barulah aku fokus mempersiapkan diri. Tidak semua hal dari laga melawan Dominic itu jelek. Jadi, aku ambil yang positif saja. Persiapanku cukup bagus, jadi kurasa itu kuncinya,’’ papar petenis Swiss tersebut.

Besok (14/11), Federer menjalani laga penentuan melawan Novak Djokovic.

Federer punya rekor bagus saat tampil di turnamen indoor. Di ATP Finals, dia sudah 17 kali lolos kualifikasi dan mengantongi enam gelar. Dua di antaranya direbut di London.

Sementara itu, bayang-bayang kutukan di ATP Finals kembali menghantui Rafael Nadal. Dia mengawali perjalanan di Grup Andre Agassi dengan buruk dini hari kemarin (12/11). Datang sebagai unggulan pertama, Nadal kalah 2-6, 4-6 oleh sang juara bertahan Alexander Zverev. Itu benar-benar sebuah kesialan. Sebab, dalam lima pertemuan sebelumnya, Nadal selalu tampil superior atas Zverev.

Nadal memang punya rekor buruk di ajang akhir tahun yang mempertemukan delapan petenis terbaik itu. Dari puluhan gelar yang dia peroleh sejak 2001, tak ada satu pun yang diraih dari ATP Finals (atau ATP World Tour Finals, nama sebelumnya). Hasil terbaiknya adalah runner-up 2010 dan 2013. Dia malah lebih sering absen atau mundur karena cedera.

Namun, dalam konferensi pers setelah laga, petenis 33 tahun itu menepis bahwa kekalahan terjadi akibat jiong alias nasib buruk. ’’Bukan dong. Bukan nasib buruk itu. Ya, nasib buruk adalah bagian dari karirku. Tapi, bukan itu masalahnya hari ini,’’ papar Nadal sebagaimana dikutip Express.

Kalau tahun-tahun sebelumnya, lanjut dia, kemungkinan bisa disebut nasib buruk. Sebab, dia sudah mengikuti banyak sekali turnamen dan badannya terlalu lelah pada akhir musim. Sedangkan tahun ini dia hanya terjun di sebelas event. Tidak terlalu banyak. Kalau ada hal sial yang dia alami, itu adalah cedera perut.

”Ya, itu sial, menurutku. Sebab, ini bukanlah jenis cedera berat seperti lutut atau kaki yang menjadi parah karena aku memaksakan diri. Bukan. Ini cedera perut, yang bikin gerakanku tidak bagus. Ini tidak kurasakan sebelumnya,’’ papar Nadal.

Meski begitu, Nadal tidak mau beralasan. ’’Aku kalah karena Alexander bermain bagus sekali. Servisnya hebat, sangat cepat. Sulit dibaca,’’ pujinya.

Itu benar. Zverev mengontrol pertandingan. Dia membukukan 11 ace.

Kemarin Nadal juga dibuat meledak oleh pertanyaan jurnalis Italia Ubaldo Scanagatta. Pria 70 tahun itu bertanya apakah mungkin performa Nadal turun gara-gara menikah dengan Maria Francisca Perello tiga pekan lalu. ’’Eh, kamu serius nih menanyakan ini? Ini serius atau bercanda,’’ kata Nadal sengit.

Scanagatta menyatakan, dirinya bersungguh-sungguh. Dia ingin mengklarifikasi. Tetapi, Nadal dengan ganas memotong ucapan Scanagatta. ’’Aku terkejut. Terkejut sekali ada yang menanyakan hal ini. Aku sudah bersama perempuan yang sama selama 15 tahun dan tidak ada yang berubah. Aku menjalani hidup yang stabil dan normal,’’ omel Nadal. ’’Ini bukan soal aku menikah atau tidak,’’ lanjut dia.

Dengan hasil kemarin, Nadal harus menyapu bersih dua laga tersisa. Malam ini dia bertemu Daniil Medvedev. Lalu, dia ditantang Stefanos Tsitsipas pada pertandingan terakhir. Berat semua.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c4/na



Close Ads