alexametrics

Wawancara dengan Pelatih Ganda Campuran Indonesia Richard Mainaky

13 September 2021, 11:11:22 WIB

JawaPos.com-Richard Mainaky resmi pensiun sebagai pelatih kepala ganda campuran Indonesia pada 27 September mendatang.

Richard sudah menjadi pelatih timnas Indonesia dalam 26 tahun terakhir. Diakui atau tidak, Richard berandil sangat besar untuk menjadikan ganda campuran sebagai salah satu kekuatan utama Indonesia.

Richard memoles nama-nama besar mulai dari Tri Kusharjanto, Minarti Timur, Flandy Limpele, Vita Marissa, Nova Widianto, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Debby Susanto, sampai yang terbaru Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti.

Richard juga membantu Indonesia meraih banyak gelar juara. Puncaknya adalah emas Olimpiade Rio 2016 yang diraih Tontowi/Liliyana.

Berikut adalah wawancara Richard, dikutip dari siaran pers PP PBSI yang juga diterima JawaPos.com.

Apa alasan dibalik keputusan pensiun?

Yang menjadi dasar utama itu keluarga ya, karena jujur selama 26 tahun itu, waktu untuk keluarga sangat terbatas sekali. Jadi kalau mau cerita selama ini saya jam lima pagi sudah harus berangkat ke pelatnas, pulang jam 6 sore.

Kumpul sama keluarga paling Sabtu dan Minggu. Itu akhirnya yang membuat saya berkeinginan kuat untuk pensiun dari PBSI juga karena keluarga saya ingin pulang ke Manado. Jadi saya harus mengalah.

Tapi sebenarnya dari pihak keluarga tidak banyak menuntut, hanya kami sudah membangun sebuah rumah dan restoran di Manado hasil dari melatih ini. Saya melihat istri dan anak lebih enjoy di sana. Jadi saya putuskan, saya harus pensiun dan pindah ke Manado.

Soal kabar pensiun ini sudah terdengar lama, bahkan sejak 2016 setelah Tontowi/Liliyana mendapat medali emas Olimpiade Rio de Janeiro. Apa yang membuat bertahan saat itu?

Di Olimpiade 2012 itu kan Owi/Butet (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir) hanya sampai semifinal, lalu di Olimpiade Rio 2016 mereka bisa meraih medali emas dan mengembalikan tradisi.

Di situ saya berpikir empat tahun kemudian atau Olimpiade Tokyo 2020 bisa mempertahankan medali emas tersebut.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : PP PBSI

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads