alexametrics

Audisi Beasiswa Badminton Berlanjut

Nama Berubah, Tanggalkan Logo dan Merek
13 September 2019, 14:59:19 WIB

JawaPos.com – Polemik penyelenggaraan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis berakhir. Harapan bibit-bibit muda pebulu tangkis Indonesia untuk bisa mengadu kebolehan dalam ajang tersebut tetap terjaga.

Dalam mediasi yang dipimpin Menpora Imam Nahrawi di Kemenpora kemarin (12/9), tercapai dua kesepakatan. Pertemuan itu diikuti pengurus PB Djarum Lius Pongoh, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, dan Sekjen Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto.

Kesepakatan pertama, PB Djarum setuju untuk mengubah nama menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum. Kedua, KPAI sepakat untuk mencabut surat tertanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi umum.

Imam menjelaskan, mediasi juga menyepakati untuk memberikan kesempatan kepada PB Djarum melakukan konsolidasi secara internal. Yakni, melanjutkan audisi pada 2020 dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil kemarin. ”Kesepakatan yang telah sama-sama kami ambil semoga mengakhiri polemik kekhawatiran, kecemasan atlet-atlet muda, orang tua secara keseluruhan tentang masa depan bulu tangkis Indonesia,” tutur Imam.

Sebagaimana diketahui, akhir pekan lalu (8/9) PB Djarum mengumumkan bahwa pelaksanaan audisi tahun ini merupakan yang terakhir. Itu merupakan respons atas tudingan adanya eksploitasi anak dari KPAI.

MELIHAT ATLET DAN MESS DJARUM: Dewan penasehat PB Djarum Yan Hariyadi bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko staf kepresidenan dan Direktur Program direktor Bhakti Olahraga Djarum Yoppy Rosimin saat berbincang dengan atlet hasil audisi badminton di Gor Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, kemarin. (Donny/Jawa Pos Radar Kudus)

Poin yang disepakati kemarin sebenarnya telah dilaksanakan pihak Djarum. Dalam audisi di Purwokerto, Jateng, 9–10 September, sudah tidak ada logo, merek, dan brand image Djarum.

Lius menyatakan, pihaknya kini fokus menyelesaikan audisi tahun ini. Audisi berikutnya dihelat di Surabaya, Solo, dan Kudus. ”Untuk 2020 nanti dulu. Kami konsolidasi dulu,” kata Lius. ”Formatnya (untuk 2020) juga belum tahu,” imbuhnya.

Namun, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyatakan bahwa pihaknya bakal menggelar audisi umum beasiswa bulu tangkis tahun depan di Kudus. Itu dilakukan setelah ada win-win solution dengan KPAI. Surat pernyataan larangan eksploitasi anak yang dilontarkan KPAI telah dicabut pada Senin (9/9). Begitu pula pernyataan zero tolerance dari KPAI.

”Saat ini sudah tidak ada titel Djarum di audisi umum. Pun dengan tulisan Djarum di dada pemain. Tapi, tahun depan tulisan PB Djarum saya ganti di punggung,” jelas dia saat menemani Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang datang di GOR Djarum Jati, Kudus.

Secara terpisah, Ketua KPAI Susanto mengapresiasi Djarum yang sepakat untuk tidak menggunakan merek, logo, dan brand image dalam penyelenggaraan audisi bulu tangkis. Termasuk mengganti nama audisi menjadi audisi umum. ”Kita tentu tidak ingin anak Indonesia ke depan terpapar zat adiktif rokok yang melemahkan kualitas SDM Indonesia,” katanya.

Susanto meminta semua pihak sama-sama menghormati agar polemik tersebut tidak berkepanjangan. ”Kami bukan dalam kerangka yang membatasi anak untuk mencapai prestasi. Yang kami inginkan adalah bagaimana olahraga terus tumbuh, tapi pihak lain harus menyesuaikan dengan (peraturan) yang ada,” ujar Susanto.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : gil/lyn/vga/c10/fal



Close Ads